PROKALTIM,BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali menggerakkan program padat karya. Kali ini, fokusnya adalah pada perbaikan dan pembersihan saluran drainase di sejumlah kelurahan. Menariknya, warga sekitar yang belum memiliki pekerjaan tetap diajak langsung untuk terlibat sebagai tenaga kerja sementara.
“Padat karya kita lakukan di beberapa titik, seperti di belakang Pasar Segar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Tapi fokusnya hanya pada saluran, bukan jalan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan, Rita, saat ditemui, pada Jumat (4/7/2025).
Program ini digerakkan melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang bertugas mengorganisasi warga lokal. Tak sekadar bekerja, mereka juga mendapat honor sebagai bentuk apresiasi. Menurut Rita, program ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Dinas PU.
Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di sejumlah kelurahan, mengingat total ada 34 kelurahan di Balikpapan. Pemilihan lokasi sendiri mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
Salah satu titik yang tengah dikerjakan adalah kawasan Bendali DAS Ampal Hulu, yang sebelumnya mengalami penyumbatan cukup parah. Kini, setelah dilakukan pengerukan di bagian tengah saluran, dampaknya mulai terasa.
“Dulu air sampai masuk ke ventilasi pintu rumah warga. Sekarang sudah tidak lagi. Tapi soal progres detailnya saya belum bisa sebut, karena itu ada di bidang teknis,” jelasnya.
Rita juga membedakan program padat karya dengan karya bakti. Jika padat karya hanya untuk saluran drainase, maka karya bakti mencakup pekerjaan jalan dan saluran, serta dikerjakan bersama Kodim 0905/Balikpapan.
“Jadi beda ya, padat karya itu khusus drainase. Kalau karya bakti, bisa dua-duanya. Itu sinergi antara TNI dan Pemkot,” tambahnya.
Untuk anggaran, kedua program ini sudah tercantum dalam APBD Murni 2025. (to)