Site icon PROKALTIM

Bea keluar batubara dinilai krusial wujudkan kedaulatan ekonomi

Bea keluar batubara dinilai krusial wujudkan kedaulatan ekonomi Bea keluar batubara dinilai krusial wujudkan kedaulatan ekonomi PROKALTIM

PROKALTIM – Anggota DPR RI Jazilul Fawaid menyatakan dukungan terhadap rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menerapkan kebijakan Bea Keluar (BK) untuk ekspor batubara. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah korektif untuk mengakhiri anomali penerimaan negara yang selama ini justru merugi akibat skema restitusi pajak di sektor pertambangan.

Menurut Jazilul, penerapan bea keluar mencerminkan kedaulatan ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat sebagaimana diamanatkan UUD 1945 Pasal 33. Ia menilai negara sudah semestinya memperoleh kompensasi yang adil dari pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan secara masif oleh korporasi pertambangan.

Ia menyoroti kondisi selama ini di mana negara justru menanggung beban melalui restitusi pajak kepada perusahaan batubara yang telah mapan secara finansial. Kebijakan bea keluar dipandang sebagai upaya memastikan kekayaan alam nasional memberikan manfaat nyata bagi publik, bukan hanya bagi segelintir pelaku usaha.

Anggota DPR RI Jazilul Fawaid

Jazilul juga menyinggung dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan batubara yang kerap meninggalkan kerusakan ekologis. Biaya pemulihan lingkungan tersebut, menurutnya, selama ini banyak dibebankan kepada negara dan masyarakat. Dengan adanya bea keluar, pemerintah dinilai memiliki peluang membentuk dana cadangan untuk pembangunan serta perbaikan lingkungan di wilayah terdampak tambang.

Ia menilai ekosistem industri batubara selama ini cenderung timpang karena lebih menguntungkan kelompok pengusaha besar, sementara dampak sosial dan lingkungan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar tambang. Penerapan bea keluar diharapkan dapat mengoreksi ketimpangan tersebut agar industri pertambangan lebih berorientasi pada kepentingan publik.

Dalam pernyataannya, Jazilul juga mengungkapkan bahwa para pemain besar di industri batubara Indonesia telah menikmati keuntungan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat harga komoditas melonjak. Akumulasi laba bersih perusahaan-perusahaan batubara besar disebut mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, dengan margin laba yang jauh melampaui sektor industri lainnya.

Ia mengimbau para pengusaha batubara agar bersikap kooperatif dan menerima kebijakan bea keluar dengan lapang dada. Jazilul menegaskan bahwa keberlangsungan usaha pertambangan juga bergantung pada stabilitas sosial dan ekonomi nasional, sehingga kontribusi tambahan melalui bea keluar dinilai tidak akan mengganggu keberlanjutan bisnis.

Menurutnya, partisipasi pelaku usaha dalam kebijakan tersebut justru dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

Pewarta: Khairul
Editor: Reza

Exit mobile version