Site icon PROKALTIM

Kematian tahanan demo di Rutan Medaeng diminta diusut menyeluruh

Kematian tahanan demo di Rutan Medaeng diminta diusut menyeluruh Kematian tahanan demo di Rutan Medaeng diminta diusut menyeluruh PROKALTIM

PROKALTIM – Pemerintah didesak mengusut tuntas kasus kematian Alfarisi bin Rikosen (21), tahanan demonstrasi Agustus 2025 yang meninggal dunia di Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya. Desakan tersebut disampaikan anggota Komisi XIII DPR RI Anisah Syakur yang menekankan pentingnya investigasi dilakukan secara transparan, independen, dan menyeluruh.

Anisah menegaskan negara tidak boleh membiarkan adanya ruang abu-abu dalam penanganan kasus kematian di dalam rutan. Menurutnya, seluruh fakta harus dibuka ke publik agar tidak menimbulkan spekulasi serta memastikan akuntabilitas aparat yang bertanggung jawab atas pengawasan tahanan.

Komisi XIII DPR RI Anisah Syakur

Diketahui, Alfarisi sebelumnya ditahan di Polrestabes Surabaya sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng dan dijadwalkan menjalani tahap penuntutan pada Senin (5/1/2026). Selama masa penahanan, korban dilaporkan mengalami penurunan berat badan drastis hingga 30–40 kilogram, kondisi yang dinilai tidak wajar.

Anisah menilai penurunan berat badan ekstrem tersebut patut dicurigai adanya tekanan psikologis maupun fisik. Ia meminta negara menjelaskan secara rinci prosedur penanganan terhadap korban, mulai dari sistem pengawasan, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga layanan kesehatan selama berada dalam tahanan.

Legislator asal Jawa Timur itu juga menyoroti lemahnya implementasi standar minimum perlakuan terhadap tahanan atau Nelson Mandela Rules dalam sistem pemasyarakatan nasional. Menurutnya, kasus ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk mengevaluasi layanan kesehatan dan perlindungan hak asasi manusia di lapas dan rutan.

Ia menegaskan setiap tahanan memiliki hak atas kesehatan fisik dan mental tanpa diskriminasi. Negara, kata Anisah, berkewajiban memastikan hak tersebut terpenuhi dan memberikan pertanggungjawaban yang jelas apabila terjadi pelanggaran hingga berujung pada hilangnya nyawa warga negara.

Pewarta: Khairul
Editor: Reza

Exit mobile version