Site icon PROKALTIM

EKSPOR Desa Didorong Lebih Agresif, Produk Unggulan Disiapkan Masuk Pasar Global

Ekspor Desa EKSPOR Desa Didorong Lebih Agresif, Produk Unggulan Disiapkan Masuk Pasar Global PROKALTIM

Forum Desa BISA Ekspor di Makassar mempertemukan empat kementerian untuk memperkuat ekosistem desa dan menyiapkan produk unggulan desa menembus pasar global.

PROKALTIM.COM – Pemerintah mempercepat penguatan ekspor berbasis desa melalui Forum Desa BISA Ekspor Chapter Sulawesi Selatan yang digelar Kementerian Perdagangan di Makassar, Selasa (10 Maret).

Forum ini dibuka dengan talkshow bertema penguatan ekosistem desa berorientasi ekspor melalui sinergi lintas kementerian. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan desa dalam menghasilkan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.

Diskusi tersebut dimoderatori Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi bersama sejumlah panelis dari Ikatan Pimpinan Tinggi Madya Perempuan Indonesia (PIMTI).

Para panelis yang hadir antara lain Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ishartini, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pengembangan ekspor berbasis desa memerlukan ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha desa, penguatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar internasional.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pertanian, pemerintah mendorong desa-desa di Indonesia agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan berkelanjutan untuk pasar global.

Forum Desa BISA Ekspor juga menjadi wadah penguatan kapasitas bagi desa binaan dan pengelola program untuk memahami berbagai persyaratan ekspor.

Peserta mendapatkan pembekalan terkait standar mutu produk, persyaratan karantina, hingga strategi penetrasi pasar ekspor dari Export Center Makassar, Badan Standardisasi Nasional wilayah Makassar, Badan Karantina Indonesia Makassar, serta Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan presentasi bisnis atau pitching secara daring antara pelaku usaha desa dengan perwakilan perdagangan luar negeri Indonesia.

Dalam sesi tersebut, para pelaku usaha mempresentasikan produk unggulan desa kepada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei serta Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur sebagai peluang membuka akses pasar internasional.

Pemerintah berharap kolaborasi lintas kementerian melalui forum ini dapat mempercepat kesiapan desa untuk menjadi bagian dari rantai perdagangan global melalui produk unggulan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. (chow)

Exit mobile version