PROKALTIM.COM – Arus mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Timur mengalami peningkatan signifikan pada H-2, ditandai lonjakan penumpang di sektor udara dan laut serta tingginya mobilitas di jalur darat.
Di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, jumlah penumpang mencapai sekitar 19.000 orang per hari pada puncak arus mudik, dengan kondisi penerbangan yang sebagian besar penuh dan keterbatasan kursi pada rute langsung.
Sementara itu, Bandara APT Pranoto Samarinda mencatat kenaikan penumpang hingga 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.
Di sektor laut, Pelabuhan Samarinda telah lebih dulu mengalami puncak arus mudik pada 15 Maret, dengan ribuan penumpang dalam satu keberangkatan kapal. Sedangkan Pelabuhan Semayang Balikpapan diprediksi mencapai puncaknya pada 18 Maret dengan tujuan utama ke Surabaya dan Parepare.
Untuk jalur darat, kendaraan pribadi dan angkutan umum tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk perjalanan antar kota dalam provinsi. Namun, pemudik dihadapkan pada kondisi jalan yang belum sepenuhnya optimal di beberapa titik.
Secara umum, arus mudik di Kaltim tidak mengalami kemacetan ekstrem seperti di Pulau Jawa, namun menghadapi tantangan berupa jarak tempuh yang panjang dan keterbatasan infrastruktur transportasi.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memilih moda transportasi sesuai kebutuhan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar. (chow)

