Site icon PROKALTIM

Rupiah Rp22.000? Pakar Buka Risiko Ekonomi RI Jika Tekanan Pasar Menguat

Ferry Latuhihin 2 Rupiah Rp22.000? Pakar Buka Risiko Ekonomi RI Jika Tekanan Pasar Menguat PROKALTIM

Prediksi rupiah berpotensi melemah hingga Rp22.000 memicu kekhawatiran baru dalam diskusi ekonomi nasional.

PROKALTIM.COM – Prediksi pelemahan rupiah hingga menembus Rp22.000 per dolar AS memicu kekhawatiran baru dalam diskusi ekonomi nasional. Sejumlah pakar mengingatkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah perlu menjadi perhatian serius pemerintah di tengah ketidakpastian global dan dinamika ekonomi domestik.

Dalam diskusi publik yang disiarkan dalam program Rakyat Bersuara, ekonom Ferry Latuhihin menyampaikan proyeksi yang menurutnya perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah dan pelaku pasar.

“Juli dolar kemungkinan ke Rp22.000. Q3 ramalan saya ekonomi kita tumbuh kurang dari 3 persen, bahkan bisa resesi di Q4,” ujar Ferry dalam diskusi tersebut.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan mengenai kondisi fundamental ekonomi Indonesia serta kesiapan menghadapi tekanan pasar global.

Menurut Ferry, pelemahan rupiah tidak semata dipicu oleh faktor eksternal seperti konflik geopolitik di Timur Tengah. Ia menilai kondisi fundamental ekonomi domestik juga perlu mendapat perhatian agar tidak menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ia juga menyinggung penilaian sejumlah lembaga pemeringkat internasional yang memantau perkembangan ekonomi Indonesia serta ekspektasi pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Selain persoalan nilai tukar, diskusi tersebut turut menyoroti tantangan kebijakan fiskal pemerintah di tengah fluktuasi harga energi dunia yang dapat berdampak pada anggaran negara.

Menurut Ferry, pemerintah dihadapkan pada pilihan kebijakan yang memerlukan pengelolaan fiskal yang hati-hati, terutama dalam menentukan prioritas program ekonomi serta kebutuhan subsidi energi.

Diskusi juga menyinggung potensi risiko pelarian modal atau capital flight jika tekanan terhadap pasar keuangan meningkat secara signifikan.

Dalam situasi tersebut, peran Bank Indonesia dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.

Bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur, stabilitas ekonomi nasional menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan harga kebutuhan pokok, aktivitas perdagangan, serta iklim investasi daerah.

Perdebatan mengenai proyeksi ekonomi tersebut mencerminkan dinamika pandangan para pakar mengenai tantangan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang. (chow)

Exit mobile version