PROKALTIM.COM – Ketegangan global kembali meningkat setelah isu Iran menyeret Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pitt Hexet, ke pusaran politik dalam negeri. Ia kini terancam pemakzulan oleh anggota DPR dari Partai Demokrat usai dituding menyetujui operasi militer tanpa restu Kongres.
Langkah pemakzulan ini resmi diajukan oleh anggota DPR Yasamin Ansari bersama delapan legislator lainnya. Mereka menilai keputusan militer terhadap Iran tidak hanya melanggar konstitusi, tetapi juga berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dalam dokumen yang diajukan ke parlemen, Hexet disebut telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai pejabat tinggi pertahanan. Ia dituding mengambil keputusan sepihak yang berdampak langsung pada keamanan pasukan Amerika Serikat serta memperburuk stabilitas geopolitik global.
Selain itu, Hexet juga diduga melakukan intervensi yang tidak semestinya dalam urusan internal militer. Tindakan tersebut dinilai merusak prinsip profesionalisme dan netralitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh angkatan bersenjata.
Tuduhan semakin serius setelah muncul dugaan pelanggaran hukum perang. Hexet disebut terlibat dalam operasi yang menyasar infrastruktur sipil di Iran. Langkah ini dianggap mengabaikan prinsip perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata yang diatur dalam hukum internasional.
Di sisi lain, isu keamanan data turut menjadi sorotan. Hexet diduga menggunakan aplikasi pesan instan yang tidak aman untuk membahas strategi militer. Praktik ini dinilai berisiko tinggi terhadap kerahasiaan negara dan membuka potensi kebocoran informasi strategis.
Kritik juga datang dari aspek transparansi. Sejumlah anggota Kongres menilai Hexet gagal memberikan laporan yang jelas dan akurat terkait dampak operasi militer. Sikapnya terhadap sekutu internasional, termasuk negara-negara Eropa dan komitmen terhadap NATO, disebut semakin memperburuk posisi diplomatik Amerika Serikat.
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Gedung Putih membantah seluruh klaim yang diajukan. Pemerintah menegaskan bahwa Hexet telah menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.
Juru bicara Gedung Putih menyebut upaya pemakzulan ini tidak lebih dari manuver politik pihak oposisi. “Langkah ini murni bermotif politik dan tidak mencerminkan kinerja sebenarnya dari Menteri Pertahanan,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi stabilitas politik dalam negeri Amerika Serikat sekaligus dinamika keamanan global.

