Site icon PROKALTIM

75 Situs Judi Disita, Polisi Bongkar Operasi Raksasa WNA di Jakarta Barat

judi online

Polisi bongkar sindikat judi online internasional di Hayam Wuruk Jakarta Barat. Sebanyak 75 domain judi dan ratusan WNA diamankan.

PROKALTIM.COM – Operasi besar yang dilakukan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, mengungkap aktivitas sindikat judi online internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing. Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 321 orang yang terdiri dari 320 WNA asal China dan negara ASEAN serta satu WNI. Polisi juga menyita 75 domain website judi aktif, paspor, perangkat elektronik, hingga sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian digital lintas negara.

Para tersangka sementara ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres dan Kuningan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Operasi ini menjadi perhatian karena sindikat disebut telah menjalankan operasionalnya selama sekitar dua bulan di Indonesia menggunakan gedung perkantoran besar di pusat ibu kota.

Indonesia Diminta Tak Jadi “Safe Haven”

Pakar keamanan siber Pratama Persada menilai pengungkapan ini harus menjadi momentum untuk memperketat pengawasan terhadap jaringan judi online asing yang beroperasi di Indonesia.

Menurutnya, sindikat seperti ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan infrastruktur dan kemungkinan adanya backing lokal.

“Jangan sampai Indonesia jadi safe haven-nya untuk operasi judi online Asia Tenggara,” ujar Pratama.

Pernyataan serupa juga disampaikan Brigjen Untung Widiatmoko yang menegaskan aparat tidak ingin para pelaku hanya dipulangkan tanpa hukuman karena akan memberi citra buruk terhadap penegakan hukum Indonesia.

Polisi kini bekerja sama dengan Interpol untuk menelusuri aktor utama, pemodal, hingga aliran dana yang digunakan sindikat tersebut.

Jejak Elektronik Jadi Kunci Pembongkaran

Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji menyebut perjudian online sebenarnya lebih mudah dilacak dibanding perjudian konvensional karena seluruh aktivitas menggunakan jejak digital dan transaksi elektronik.

Ia menilai langkah paling efektif untuk melumpuhkan sindikat adalah memutus akses internet, server, dan rekening keuangan yang digunakan.

“Kalau tidak ada rekening dan internet, ya tidak bisa judi,” tegas Susno.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi juga mengungkap bahwa jaringan ini mampu membuat domain baru dalam hitungan jam ketika situs sebelumnya diblokir.

Karena itu, aparat menilai pemberantasan judi online membutuhkan kolaborasi besar antara Polri, Komdigi, OJK, hingga Bank Indonesia untuk menutup seluruh celah transaksi dan akses digital yang digunakan jaringan internasional tersebut. (glen)

Exit mobile version