PROKALTIM.COM – Lautan manusia berpakaian ihram putih memenuhi Padang Arafah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). Sekitar 1,5 juta jemaah haji dari berbagai negara menjalani wukuf yang menjadi inti sekaligus rukun paling menentukan dalam ibadah haji. Suasana sakral bercampur tantangan cuaca ekstrem hingga 50 derajat Celcius membuat pelaksanaan puncak haji tahun ini menjadi perhatian dunia.
Sejak Senin malam (25/5/2026), proses pendorongan jemaah menuju Arafah dilakukan bertahap dari Makkah dan Mina. Jemaah Indonesia gelombang pertama seperti kloter SOC75 dan KJT34 mulai memasuki tenda-tenda maktab yang telah disiapkan pemerintah Arab Saudi.
Di tengah suhu panas menyengat, ribuan petugas disiagakan untuk memastikan keselamatan jemaah. Fasilitas pendingin ruangan, kasur, bantal, distribusi air zam-zam, hingga layanan kesehatan diperkuat agar risiko heatstroke bisa ditekan selama fase Armuzna berlangsung.
Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf, bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke tenda jemaah. Pemerintah memastikan seluruh fasilitas berjalan optimal, termasuk ketersediaan tempat istirahat dan distribusi logistik bagi jemaah Indonesia.
Wukuf Jadi Titik Paling Sakral
Wukuf di Arafah berlangsung sejak matahari tergelincir hingga menjelang magrib. Di lokasi ini, jutaan jemaah memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan mendengarkan khotbah wukuf. Banyak jemaah terlihat larut dalam suasana haru sambil memanjatkan doa terbaik untuk keluarga dan kehidupan mereka.
Secara spiritual, Arafah dimaknai sebagai miniatur Padang Mahsyar. Semua manusia berdiri dalam posisi setara tanpa memandang jabatan maupun kekayaan. Momen ini dipercaya menjadi waktu terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Selain nilai spiritual, kawasan Arafah juga memiliki sejarah penting dalam Islam. Jabal Rahmah diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah dipisahkan sekian lama.
Pengamanan Ketat dan Kartu Nusuk Wajib
Otoritas Arab Saudi menerapkan sistem pengamanan lebih ketat tahun ini. Seluruh jemaah diwajibkan memiliki Kartu Nusuk sebagai identitas resmi untuk memasuki area Armuzna. Langkah ini dilakukan guna mengontrol kepadatan dan mencegah masuknya jemaah ilegal.
Petugas kesehatan juga terus mengingatkan jemaah agar rutin mengonsumsi air putih dan oralit demi menjaga kondisi tubuh. Cuaca panas ekstrem masih menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Setelah prosesi wukuf selesai, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengambil batu kerikil sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna menjalankan lontar jamrah selama dua hingga tiga hari ke depan.
Penyelenggaraan haji 2026 juga menjadi momentum baru bagi Indonesia karena menjadi kali pertama pengelolaan haji ditangani langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah yang dipisahkan dari Kementerian Agama. Pemerintah berharap pengawasan dan pelayanan terhadap jemaah menjadi lebih fokus dan responsif. (nis)

