Site icon PROKALTIM

Dermaga 2 Ditutup 10 Hari, Pengguna Feri Penajam Diminta Siap Antre

pelabuhan feri

Dermaga 2 Pelabuhan Feri Penajam ditutup sementara selama 10 hari. ASDP mengimbau pengguna jasa mengantisipasi antrean karena seluruh aktivitas dialihkan ke Dermaga 1.

PROKALTIM.COM – Pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Feri Penajam Balikpapan, diminta bersiap menghadapi potensi antrean kendaraan selama 10 hari ke depan. PT ASDP Indonesia Feri (Persero) menutup sementara Dermaga 2 mulai 5 hingga 14 Juni 2026 untuk pekerjaan perbaikan fasilitas pelabuhan.

Meski demikian, layanan penyeberangan lintas Penajam–Kariangau, Balikpapan, dipastikan tetap beroperasi normal selama 24 jam. Seluruh aktivitas bongkar muat kapal sementara dialihkan ke Dermaga 1 dengan penyesuaian jadwal operasional.

Fokus Perbaikan Tiang Sandar Kapal

Supervisi Bisnis dan Pelayaran Pelabuhan Feri Penajam, Heru Sulistriono, menjelaskan pekerjaan yang dilakukan merupakan bagian dari perawatan rutin fasilitas pelabuhan. Perbaikan difokuskan pada pengecoran breasting dolphin atau tiang sandar penahan kapal.

Waspada Antrean, Dermaga 2 Pelabuhan Feri Penajam Ditutup hingga 14 Juni.

Menurutnya, sempat terjadi kesalahpahaman di masyarakat setelah surat internal vendor proyek beredar luas tanpa disertai penjelasan resmi. Informasi tersebut memunculkan anggapan bahwa seluruh pelabuhan akan ditutup.

“Yang ditutup hanya Dermaga 2. Pelayanan penyeberangan tetap berjalan selama 24 jam,” ujar Heru.

Satu Dermaga Layani 12 Kapal

Saat ini terdapat 12 kapal feri yang melayani lintasan Penajam–Kariangau selama 24 jam. Selama pekerjaan berlangsung, seluruh armada akan memanfaatkan Dermaga 1 dengan pengaturan jadwal keberangkatan dan kedatangan untuk menjaga kelancaran arus penumpang maupun distribusi logistik.

ASDP memperkirakan waktu tunggu penumpang dan kendaraan akan meningkat karena aktivitas hanya mengandalkan satu dermaga. Karena itu, masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan angkutan logistik, diimbau datang lebih awal agar tidak mengalami keterlambatan.

Pihak pelabuhan berharap proses perbaikan dapat selesai sesuai jadwal sehingga operasional dua dermaga kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. (eza)

Exit mobile version