PROKALTIM.COM – Keputusan penting diambil Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Pengumuman pergantian tersebut disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. Selain Dadan, dua wakil kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga diberhentikan dari jabatannya.
Pemerintah selanjutnya menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi wakil kepala diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Pergantian di Tengah Sorotan Program MBG
Pergantian pucuk pimpinan BGN menjadi perhatian publik karena lembaga tersebut merupakan pelaksana utama program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024.
Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama sejak lembaga itu dibentuk pada Agustus 2024. Di bawah kepemimpinannya, program MBG berkembang pesat hingga menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Namun dalam perjalanannya, program tersebut juga menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat MBG di beberapa daerah sempat menjadi sorotan nasional. Kasus tersebut memicu evaluasi terhadap standar pengelolaan dan distribusi makanan yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ribuan SPPG Pernah Disuspend
Data terbaru menunjukkan hingga 29 Mei 2026 terdapat 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.182 SPPG tercatat pernah mengalami penghentian sementara atau suspend untuk proses evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan.
Meski demikian, program MBG tetap menjadi salah satu program sosial terbesar yang dijalankan pemerintah. Berdasarkan data per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 61.239.037 orang.
Dari angka tersebut, sebanyak 49.057.682 penerima merupakan siswa sekolah yang menjadi sasaran utama program peningkatan gizi nasional.
Pergantian pimpinan BGN dinilai sebagai langkah pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan program MBG sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan gizi kepada masyarakat. Publik kini menanti langkah konkret kepemimpinan baru dalam memastikan program unggulan pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran. (chow)

