Site icon PROKALTIM

Setelah Sempat Lesu, Hotel Berbintang di Kaltim Catat Kenaikan Okupansi

astara hotel balikpapan

Setelah sempat melambat, tingkat hunian hotel berbintang di Kalimantan Timur kembali naik pada April 2026. BPS mencatat okupansi mencapai 50,26 persen.

PROKALTIM.COM – Kinerja sektor perhotelan di Kalimantan Timur mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setelah sempat mengalami perlambatan, tingkat hunian hotel berbintang pada April 2026 kembali meningkat hingga menembus angka 50,26 persen.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang naik 5,24 poin dibandingkan Maret 2026 yang berada di angka 45,02 persen. Meski demikian, secara tahunan angka tersebut masih lebih rendah 3,23 poin dibandingkan April 2025.

Kenaikan tingkat okupansi tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Kalimantan Timur. Pada April 2026, kunjungan wisatawan asing mencapai 919 kunjungan atau meningkat 3,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan April tahun lalu, jumlah tersebut tumbuh 16,04 persen.

Setelah sempat lesu, sektor perhotelan di Kalimantan Timur mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Tidak hanya itu, perjalanan wisatawan nasional juga menunjukkan tren positif. Pada April 2026 tercatat sebanyak 3.958 perjalanan wisatawan nasional, meningkat 32,60 persen dibandingkan Maret 2026. Secara tahunan, jumlah tersebut naik 3,32 persen.

Hotel Nonbintang Ikut Mengalami Peningkatan

Selain hotel berbintang, tingkat hunian hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga mengalami perbaikan. BPS mencatat TPK hotel nonbintang pada April 2026 mencapai 23,28 persen atau naik 1,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Dibandingkan April 2025, angkanya juga meningkat sebesar 1,43 poin.

Platinum Hotel and Convention Balikpapan

Perbaikan sektor akomodasi ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata dan perjalanan di Kalimantan Timur yang perlahan kembali bergerak. Peningkatan aktivitas wisatawan diperkirakan turut mendorong permintaan kamar hotel di sejumlah daerah.

Lama Menginap Tamu Masih Relatif Singkat

BPS Kaltim juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada April 2026 mencapai 1,62 hari. Tamu asing tercatat menginap rata-rata selama 2,20 hari, sedangkan tamu nusantara rata-rata menghabiskan waktu 1,61 hari.

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menurut kabupaten dan kota tujuan mencapai 1.179.463 perjalanan. Angka tersebut justru turun 26,03 persen dibandingkan Maret 2026 dan merosot 29,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski masih dibayangi penurunan kunjungan wisatawan domestik, kenaikan okupansi hotel berbintang menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur mulai kembali menggeliat. (nad)

Exit mobile version