BALIKPAPAN, PROKALTIM – Fadlianoor anggota DPRD Kota Balikpapan dapil Balikapan Utara, menggelar reses di halaman Langgar Al ‘Amin di Jalan Perjuangan, RT 6, Kelurahan Gunung Samarinda.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah warga dari RT 3, 6 dan 33. Kemudian tampak lurah, perwakilan dari camat, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, hingga PDAM.
Berbagai aspirasi warga mewarnai reses politikus PDI Perjuangan tersebut. Perwakilan dari ketiga RT menyampaikan permasalahan yang dihadapi warga di lingkungannya. Mulai dari masalah drainase, jembatan, PDAM, penerangan jalan umum (PJU), hingga masalah jalan yang masih rusak.
Salah satu aspirasi disampaikan warga Jalan Perjuangan, Gang Rukun. Perempuan berhijab ini meminta solusi terkait jalan dari kayu di lingkungannya yang terus mengalami kerusakan.
“Bagaimana solusi jalan jalan di belakang itu, Pak? Kami sudah ganti dengan kayu ulin yang kami angkut jauh-jauh dari Berau. Karena kalau papan biasa, berapa kali sudah ganti. Tapi sudah kami beli ulin sangat tebal, tapi kalau ada mobil lewat hanya pikap saja yang muat, tapi terangkat terus,” jelasnya.
Terkait dengan berbagai aspirasi masyarakat tersebut, Fadlianoor mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Fadlianoor akan terus memperjuangkan keluhan-keluhan masyarakat, mulai dari PDAM, jembatan, jalan, hingga PJU.
“Kita akan usahakan semaksimal mungkin. Target saya selambat-lambatnya di perubahan, karena anggaran murni sudah kami ketuk,” jelasnya.
Pria yang duduk di komisi IV ini berharap segala aspirasi masyarakat dapat terealisasi sedikit demi sedikit melalui APBD Perubahan. Namun yang pasti, untuk semenisasi dan drainase akan dimulai perbaikannya pada tahun ini.
“Yang jelas untuk semenisasi dan drainase akan dikerjakan karena sudah ada (anggarannya) dan akan kami masukkan lagi di perubahan. RT 33 ini bisa saya katakan RT tertinggal. Dikelilingi beberapa perumahan mewah, tapi lingkungan di RT 33 kurang maksimal,” ungkapnya usai kegiatan.
Dirinya juga mengungkapkan, jembatan akan menjadi prioritas utama. Hal ini pun sudah dikoordinasikan dengan Dinas PU.
“Sudah saya koordinasikan dengan Dinas PU dan baru bisa kita eksekusi pada APBD murni. Kalau masalah jalan, insya Allah, akan direalisasikan bulan lima ini,” ungkap Fadlianoor.
Sementara terkait masalah air PDAM, hal itu sudah dibahas oleh pihaknya. Permasalahan ini dikatakannya tidak semudah yang dibayangkan masyarakat, mengingat pasokan air PDAM hanya mengandalkan air tadah hujan. Belum lagi dengan daftar antrean pemasangan yang kini telah mencapai enam ribu.
“Kalau air hujan tidak ada, kita akan kekeringan. Kita hanya mengandalkan air Waduk Manggar. Alhamdulillah, sekarang punya Waduk Teritip. Nantinya akan dialirkan ke wilayah timur dan selatan. Kemudian Manggar akan dialirkan ke wilayah barat dan utara. Tengah dan kota dapat dibagi. Nah, ini ada harapan bisa sedikit menambah,” pungkasnya. (dah)