SAMARINDA, PROKALTIM- Pergeseran tanah di Jalan Jelawat Gang 9 RT 6 dan RT 38 Kelurahan Sidomulyo Samarinda Ilir yang terjadi Rabu (15/9/2021) lalu menyebabkan 9 bangunan rumah terdampak akibat longsor tersebut, salah satunya adalah musala.
Kamis (16/9/2021) ini dari pantauan tim Prokaltim.com di lapangan, tepatnya di RT 38 mengalami kerusakan parah, terlihat warga berinisiatif gotong royong memperbaiki rumah warga yang terdampak longsor.
“Ini penanganan sementara, swadaya dari warga, untuk mencegah longsor susulan. Karena, kalau tidak ya bisa tambah parah, untungnya saja hari ini tidak ada hujan,” ungkap Garsulimin (42) warga RT 38 saat ditemui di lokasi kejadian Kamis (16/9/2021) hari ini.
“Ini juga sambil menunggu bantuan dari pemerintah. Dan yang saat ini kami perlukan seperti material kayu, dan nantinya warga yang bekerja,” sambungnya.
Lebih lanjut kata Garsulimin, nantinya penanganan longsor sementara tersebut dilakukan secara bertahap.
“Iya ini kami lakukan bertahap, awalnya ya dari yang terdampak awal. Setelah itu, membuat akses jalan menuju musala,” jelasnya.
Peristiwa ini merupakan pertama kali setelah 20 tahun dirinya tinggal di kawasan tersebut, ini menjadi longsor terparah di RT 38 tempat dirinya tinggal.
“Ini paling parah, kalau sebelum-sebelumnya ya tidak begini, dan biasanya langsung ditangani warga,” tutupnya. (Sam/adl)