SAMARINDA,PROKALTIM – Gencarnya patroli Tim Cyber Polsek Samarinda Kota di wilayah Kecamatan Samarinda Kota, membuat Fatimah Ashary, salah satu tokoh perempuan Kaltim sekaligus praktisi hukum terkaget dan khawatir serta mengapresiasi polisi dengan penanganan masalah prostitusi ini.
“Jujur saya baru dengar berita ini, saya prihatin atas kejadian ini, memang pendeteksian hanya bisa dilakukan perangkat hukum, tindakan kepolisian atau penegak hukum mengawasi melalui polisi cyber bagi saya ini cara yang strategis untuk mengurangi dan meminimalisir aktivitas prostitusi online,”ungkapnya.
Ia pun berharap dengan tindakan tegas yang berkesinambungan, harus terus dilakukan, untuk membuat efek jera bagi yang lain (pelaku prostitusi).
“Jangan melakukan hal seperti itu (prostitusi) di Kota Samarinda, hal ini apabila dibiarkan, Samarinda ini akan jadi Kota tujuan dan bisa semakin berkembang prostitusi di kota ini,” tuturnya.
Dirinya pun kaget dengan terkuatnya pelaku yang terjaring razia prostitusi ini berasal dari Banjarmasin, datangnya juga rombongan artinya di kota ini memiliki peluang besar untuk melakukan praktik prostitusi online.
“Tidak mungkin mereka tidak memiliki informasi tentang Samarinda untuk pasar prostitusi online, tidak mungkin datang dengan niat hanya coba-coba, ada gula ada semut, tanpa informasi kan tidak mungkin datang tanpa alasan yang jelas,” herannya.
Kedepan harapannya ada kerja sama antara penegak hukum dengan instansi terkait agar lebih gencar lagi melakukan razia-razia dan monitoring, artinya keluar masuknya pendatang juga perlu di monitoring bentuk dari deteksi dini.
“Dan juga kebijakan seluruh pengelola tempat penginapan atau hotel lebih teliti lagi untuk dapat memfilter tamu-tamunya apalagi yang menginap lebih dari sepekan guna meminimalisir terjadinya praktik prostitusi online,” tutupnya. (sam/adl)