SAMARINDA, PROKALTIM- Senin 11 Juli 2022 serentak murid Sekolah Dasar memulai hari pertamanya sekolah, bagaimana dengan anak Kampung Kardus Jalan Abdul Wahab Syahranie, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Ulu yang sempat mencuri perhatian Benua Etam?
Embun pagi masih tampak tebal menyelimuti sudut Kota Tepian, jam di lengan kiri saya menunjukkan tepat Pukul 06.00 WITA saat langkah kaki melintasi rerumputan hijau, basah? Tentu akibat embun dan sisa hujan semalam, jalan kecil, becek menjadi halaman depan Kampung Kardus.
Dikejauhan suara sorak gembira menyambut, Dua orang anak Akbar dan Putra baru saja usai mandi, rambut basah, seragam kemeja putih dengan celana panjang merah dasi dan topi menjadi pelengkap, siap bersekolah.
Walaupun dengan keadaan yang sangat terbatas, bahkan jauh dari kata layak,
Akbar dan Putra sangat bersemangat, mereka adalah dua dari empat anak yang berkesempatan bersekolah, mendapatkan hak atas pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Jalan Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Ulu di kelas 1, dua anak lainnya melanjutkan dengan program kejar Paket A dan B karena telah lama tak bersekolah.
Usai pemberitaan yang mencuat beberapa waktu lalu tentang kehidupan warga Kampung Kardus, mencuri perhatian berbagai kalangan hingga ke Walikota Samarinda.
Kampung Kardus ini memiliki 10 kepala keluarga, didalamnya ada 9 anak, mayoritas bekerja memulung sampah, membangun rumah-rumah kecil diatas tanah kosong milik pemerintah, dindingnya terbuat dari kardus dan seng, keadaan ekonomi yang rapuh dan kesehatan yang tak memadai menjadi alasan awak media menyebut komunitas ini dengan sebutan Kampung Kardus.
Melalui Dinas Pendidikan Kota Samarinda kedua orang anak tersebut mendapatkan fasilitas serta hak pendidikan.
“2 orang anak masuk SD yang 2 lagi usianya sudah lewat untuk sekolah dasar, jadi kami ikutkan ambil paket A dan B,” singkat Asli Nuryadin Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda.
Bersamaan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Samarinda Ulu, Mariati Nurjumiti mengatakan antara haru dan bahagia mendapatkan amanah untuk mendidik anak-anak dari Kampung Kardus.
“Suatu tantangan untuk tenaga pengajar kami untuk dapat mendidik mereka, yang notabene mereka ini dari jalanan namun punya keinginan besar untuk dapat sekolah, kami dukung selalu untuk para generasi penerus bangsa ini,” ungkap sembari terharu.
Pihaknya tak hanya akan memasilitasi pendidikan secara formal saja melainkan non formal juga melaui ekstrakurikuler.
“Kita lihat bakat anak dimana dia lebih sukanya akan kita dukung, sepatu dan tasnya juga akan kami bantu,” pungkasnya. (Psg/adl)