BALIKPAPAN,PROKALTIM – Minimnya lahan pertanian di Kota Balikpapan, tidak membuat pesimis Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, dengan petani, untuk menggenjot angka ketahanan pangan. Beras Beruang Madu adalah salah satu hasil produksi pertanian daerah Gunung Binjai di Kelurahan Teritip Kecamatan Balikpapan Timur, pada Kamis (26/1/2023).
Penyuluh DP3 yang merangkap sebagai Kordinator Balai Penyuluhan Pertanian. Kasan mengatakan, bahwa beras Beruang Madu adalah asli hasil produksi para petani Balikpapan khususnya Teritip, walaupun tidak dapat di konsumsi seluruh elemen masyarakat, namun ini adalah salah satu upaya guna menggenjot angka ketahanan pangan di Kota Balikpapan.
“Beras Beruang Madu sudah lama di konsumsi, tentu hasil produksi Balikpapan, terkhusus para petani kita di wilayah Teritip. Dipasarkan hanya sekitar wilayah Teritip saja, karena jumlahnya tidak terlalu banyak, jadi hanya sebatas konsumsi lingkungan saja,” ucapnya.
Beras tersebut tentunya mulai di perkenalkan melalui event kota, seperti natal dan tahun baru (nataru), bazar ramadhan serta gerakan masyarakat (Germas).
“Jika diproduksi masyakarat Balikpapan keselurahan belum mampu, karena jumlahnya masih minim, tapi kami sering memperkenalkan melalui event Kota,” ujar Kasan.

Total produksi rata rata para petani padi mencapai empat sampai lima ton per hektar, dengan kondisi terdapat 30 hektar. Memakan waktu 110 hari atau tiga bulan lebih, pertahunnya panen sebanyak dua kali. Artinya beras Beruang Madu dapat di produksi sebanyak 300 ton pertahunnya.
Kasan pun selaku penyuluh pertanian menjelaskan bahwa pertahun hanya dapat panen 2 kali saja dikarenakan faktor iklim, sumber daya manusia (SDM) dan tentunya peralatan produksi yang belum memadai.
Para petani pun juga kewalahan ketika musim hujan datang, kurangnya pelataran untuk menjemur padi ketikan panen.
“Bukan oven seperti daerah sentral sana, yang kalau panen jemurnya tinggal ditunggu otomatis saja,” ucapnya.
Beras Beruang Madu pula, tidak kalah kualitasnya dalam bersaing dengan beras daerah luar. “Cukup bagus tidak mengecewakan konsumen,” Pungkasnya. (to)