BALIKPAPAN,PROKALTIM – Salah satu warga Kota Balikpapan meninggal di rumah sakit, yang beberapa hari lalu sempat viral, karena diduga sempat tidak tertangani dengan baik, dengan alasan administrasi dan menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Balikpapan dan sangat disayangkan.
Anggota komisi IV DPRD Kota, Muhammad Taqwa mengatakan, dari kejadian beberapa hari yang lalu, maka Komisi IV DPRD Kota Balikpapan turun ke Lapangan untuk melihat langsung kemudian bertanya langsung menggali informasi langsung kepada pihak rumah sakit.
“Memang hasil yang kita dapat, memang masih saling mempertahankan, dengan argumentasi masing-masing. Pada prinsipnya adalah bahwa tidak akan ada lagi kejadian-kejadian serupa yang terjadi dikemudian hari,” ungkap Muhammad Taqwa, kepada awak media, pada Senin (23/1/2023).
Dia juga menyampaikan, persoalan administrasi tidak harus terjadi, ketika ada pasien masuk ke rumah sakit mana pun, layani dengan baik. Kemudian persoalan administrasi tersebut menjadi nomor sekian.
Lanjutnya, terkait BPJS, sekalipun BPJS warga yang bersangkutan tidak aktif atau lagi ada masalah. Pihaknya sudah diskusikan yang lalu bahwa ada tenggang waktu 3×24 jam untuk mengurusnya
Taqwa juga menjelaskan, ada persamaan persepsi antara pihak rumah sakit dan BPJS, yang sebenarnya bukan masalah. “Hal-hal ini yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat, tidak ada lagi persoalan administrasi, BPJS dan sebagainya untuk menghalangi orang mendapatkan pelayanan rumah sakit,” jelasnya.
“Sering kita dengar laporan masyarakat, bahwa untuk pasien BPJS yang telah dirawat di rumah sakit, pada hari ke tiga harus pulang dulu. Kemudian harus masuk lagi, ini semua tidak benar. Bahwa masyarakat pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit itu dicover sampai sembuh oleh BPJS,” ujarnya.
Jadi pihaknya satukan persepsikan kemarin. Mudah-mudahan menjadi bahan evaluasi bersama, yakni pihak BPJS, dan rumah sakit. “Masyarakat harus tau informasi semacam ini, sehingga tidak melulu ketika ditanya masalah administrasi, kemudian harus mengurus BPJS dulu dan pasien sudah kritis,” pungkasnya. (to)