Press "Enter" to skip to content

Pantau Kesehatan Hewan Kurban, Distan Datangi Puluhan Lokasi Pedagang

Salah satu hewan kurban yang diperdagangkan di wilayah PPU.

PROKALTIM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat mengantisipasi potensi masalah hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada 6 Juni 2025. Sejak akhir April lalu, tim Distan telah memantau puluhan titik penjualan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula mengatakan pemantauan dilakukan lebih awal untuk memastikan hewan yang dijual memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam.

“Pemantauan sudah kami mulai sejak akhir April, dan sampai saat ini ada sekitar 45 titik penjualan yang telah kami periksa,” ujar Ristu.

Pemantauan ini dilakukan di empat kecamatan yang ada di wilayah PPU. Menurut Ristu jumlah titik pengawasan bisa terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas jual beli mendekati Idul Adha.

Dalam kegiatan ini, petugas termasuk dokter hewan melakukan pemeriksaan fisik hewan kurban seperti sapi dan kambing, memastikan tidak ada cacat serta memverifikasi usia minimal.

Selain itu lanjut dia, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah hewan yang diperdagangkan ini sudah memenuhi syarat utama hewan kurban. Hal itu, sekaligus mengantisipasi beredarnya hewan ternak yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Unggul dan Halal.

“Hewan harus sehat dan cukup umur. Kalau sapi, minimal dua tahun, dan kambing minimal satu tahun. Kalau ada yang tidak memenuhi, langsung kami larang untuk dijual,” tegasnya.

Antisipati ini juga mendapat dukungan dari para pedagang. Mereka dinilai kooperatif dan memahami pentingnya menjual hewan yang layak untuk ibadah kurban.

Distan PPU juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan hewan yang tidak layak, warga diminta segera melapor ke dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Ini upaya bersama untuk memastikan ibadah kurban berjalan sesuai syariat dan masyarakat terlindungi dari hewan yang tidak sehat,” pungkasnya. (Adv)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *