PROKALTIM.COM – Harga RAM di pasar global menunjukkan tren kenaikan sejak akhir 2025 dan diperkirakan berlanjut sepanjang 2026, seiring melonjaknya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kebutuhan komputasi berkapasitas besar untuk pengembangan dan operasional AI dinilai menjadi faktor utama yang mendorong tekanan pasokan memori, khususnya untuk segmen data center dan komputasi performa tinggi.
Permintaan RAM meningkat tajam karena pengembangan AI generatif, machine learning, dan komputasi awan membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibandingkan sistem konvensional. Perusahaan teknologi global berlomba memperluas pusat data untuk menopang layanan AI, yang secara langsung menyerap produksi DRAM dalam jumlah signifikan. Kondisi ini membuat alokasi pasokan ke pasar konsumen menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, produsen memori disebut lebih selektif dalam meningkatkan kapasitas produksi. Penyesuaian strategi manufaktur pasca fluktuasi pasar semikonduktor sebelumnya membuat ekspansi dilakukan secara bertahap, sehingga belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan permintaan dari sektor AI. Ketidakseimbangan antara suplai dan demand inilah yang mendorong kenaikan harga RAM secara bertahap.
Dampaknya mulai dirasakan di pasar perangkat konsumen, termasuk laptop, PC, dan server. Produsen perangkat keras menghadapi biaya komponen yang lebih tinggi, yang berpotensi diteruskan ke harga jual produk akhir. Kondisi ini juga memengaruhi segmen industri kreatif dan teknologi informasi yang bergantung pada perangkat dengan spesifikasi memori besar.
Di Indonesia, kenaikan harga RAM berpotensi berdampak pada pasar perangkat rakitan dan sektor usaha kecil di bidang teknologi. Meski belum terjadi lonjakan ekstrem, pelaku industri menilai tren global ini perlu diantisipasi, terutama bagi konsumen dan pelaku usaha yang merencanakan pembelian perangkat baru dalam waktu dekat.
Ke depan, tekanan harga RAM sangat bergantung pada kecepatan ekspansi produksi produsen semikonduktor serta perkembangan investasi pusat data AI global. Selama kebutuhan komputasi AI terus meningkat dan pasokan belum sepenuhnya menyesuaikan, harga RAM diperkirakan tetap berada dalam tren naik, menjadikan memori sebagai salah satu komponen strategis dalam ekosistem teknologi 2026.
Editor: reza







Be First to Comment