PROKALTIM – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk untuk memperkuat aktivitas ekonomi di desa-desa seluruh Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman terkait penyediaan dan pemanfaatan layanan produk serta jasa perbankan syariah bagi masyarakat desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperluas kolaborasi lintas sektor guna mendorong penguatan ekonomi desa. Menurutnya, sinergi dengan BSI diharapkan dapat memperkuat akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Yandri menegaskan kolaborasi tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Ia menyebut berbagai program strategis pemerintah saat ini berbasis desa dan membutuhkan dukungan ekosistem pembiayaan yang kuat.
Sejumlah program nasional yang berbasis desa, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut memerlukan penguatan literasi keuangan agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, peran lembaga perbankan dinilai krusial untuk mendukung implementasi program-program tersebut.
Yandri berharap BSI sebagai bagian dari bank Himbara dapat terlibat aktif dalam memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat desa, khususnya terkait pengelolaan usaha desa, penguatan koperasi, pengembangan desa wisata, serta pemanfaatan layanan keuangan syariah yang inklusif.
Melalui kerja sama ini, Kemendes PDT menargetkan terbangunnya ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa secara merata di berbagai wilayah Indonesia. (rul)







Be First to Comment