PROKALTIM – Pasar smartphone global memasuki 2026 dengan arah yang semakin jelas menuju segmen premium, terutama melalui pengembangan perangkat lipat dan integrasi kecerdasan buatan. Sejumlah produsen besar memperlihatkan keseriusan mereka dalam mendorong inovasi, tidak hanya pada desain, tetapi juga pada performa, kamera, dan pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Perangkat lipat menjadi sorotan utama. Pabrikan berlomba menghadirkan layar yang lebih besar, engsel lebih kuat, serta peningkatan daya tahan untuk penggunaan jangka panjang. Inovasi ini menargetkan konsumen kelas menengah atas yang menginginkan fleksibilitas antara ponsel dan tablet dalam satu perangkat. Selain faktor desain, peningkatan kualitas panel layar dan optimalisasi rasio aspek turut menjadi perhatian agar perangkat tetap nyaman digunakan untuk produktivitas maupun hiburan.
Dari sisi performa, penguatan chipset generasi terbaru dipadukan dengan pemrosesan berbasis AI on-device. Fitur ini memungkinkan ponsel menjalankan pengolahan gambar, pengenalan suara, hingga manajemen daya secara lebih efisien tanpa ketergantungan penuh pada komputasi awan. Produsen menilai pendekatan ini penting untuk menjaga privasi pengguna sekaligus meningkatkan kecepatan respons perangkat.
Sektor kamera juga mengalami peningkatan signifikan. Sensor resolusi tinggi dengan dukungan pemrosesan gambar berbasis AI diharapkan mampu menghasilkan foto dan video berkualitas profesional, bahkan dalam kondisi cahaya rendah. Tren ini menegaskan posisi smartphone tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga perangkat utama untuk produksi konten digital.
Di Indonesia, dinamika pasar smartphone premium diperkirakan ikut terdorong oleh meningkatnya penetrasi jaringan 5G dan gaya hidup digital masyarakat perkotaan. Meski volume penjualan terbesar masih berada di segmen menengah, kehadiran produk flagship berfungsi sebagai penanda arah inovasi teknologi yang kemudian akan turun ke kelas harga yang lebih terjangkau.
Dengan persaingan yang semakin ketat, tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode penting bagi industri smartphone. Produsen dituntut tidak hanya menghadirkan spesifikasi tinggi, tetapi juga nilai guna yang relevan dengan kebutuhan pengguna modern, mulai dari efisiensi kerja, keamanan data, hingga ekosistem perangkat yang saling terhubung. (*)







Be First to Comment