PROKALTIM.COM – Fenomena viral Whip Pink di media sosial memicu kekhawatiran berbagai pihak setelah produk tabung gas Nitrous Oxide (N2O) yang sejatinya digunakan dalam industri kuliner itu dikaitkan dengan praktik inhalasi untuk mencari sensasi sesaat, sebuah tindakan yang dinilai berisiko tinggi terhadap kesehatan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menyampaikan bahwa menghirup N2O secara tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam tubuh, yang berujung pada hipoksia dan berdampak pada organ vital seperti otak dan jantung.
Dampak yang dapat muncul antara lain penurunan tekanan darah secara drastis, pingsan mendadak, gangguan irama jantung hingga risiko kematian apabila dilakukan berulang atau dalam dosis tinggi.
BNN menegaskan bahwa Nitrous Oxide dalam dunia medis hanya digunakan secara terbatas oleh tenaga profesional dan selalu dikombinasikan dengan oksigen, sehingga praktik penggunaan bebas di luar pengawasan medis tidak dapat dibenarkan.
Viralitas Whip Pink juga menyoroti lemahnya literasi kesehatan digital, di mana produk legal kerap disalahartikan sebagai aman untuk segala bentuk penggunaan. Di Kalimantan Timur, isu ini menjadi perhatian karena tingginya penetrasi media sosial di kalangan anak muda, yang berpotensi mempercepat penyebaran tren berisiko.
BNN mengajak masyarakat untuk tidak mudah meniru konten viral tanpa memahami konsekuensi kesehatan, serta mendorong peran aktif keluarga dan lingkungan pendidikan dalam memberikan pemahaman yang benar agar generasi muda terhindar dari praktik berbahaya yang dapat merugikan masa depan mereka. (chow)







Be First to Comment