PROKALTIM.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara Indonesia harus mampu meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara dan memberikan kontribusi besar bagi ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3).
Dalam pidatonya, Prabowo mengapresiasi kinerja awal Danantara selama satu tahun berjalan. Namun ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum cukup karena target jangka panjang lembaga pengelola investasi negara tersebut masih sangat besar.
“Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh,” tegas Presiden.
Prabowo menjelaskan bahwa perusahaan yang dikelola secara profesional biasanya mampu menghasilkan tingkat pengembalian aset atau return on asset minimal 10 persen. Meski demikian, untuk tahap awal Presiden menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahun.
Jika target tersebut tercapai, kontribusi yang dapat dihasilkan bagi negara mencapai sekitar 50 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp800 triliun per tahun.
“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun. 50 miliar dolar adalah 800 triliun,” ujar Presiden.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa laporan terbaru menunjukkan perkembangan positif karena tingkat pengembalian aset pada 2025 meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Prabowo, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa konsolidasi pengelolaan perusahaan negara di bawah satu manajemen terintegrasi mulai menunjukkan hasil.
“Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini,” katanya.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa jumlah entitas usaha yang berkaitan dengan pengelolaan aset negara ternyata jauh lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan. Awalnya diperkirakan sekitar 250 perusahaan, namun setelah dilakukan penelusuran jumlahnya bisa mencapai lebih dari seribu perusahaan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan yang terpusat agar efisiensi dan kinerja investasi negara dapat meningkat secara signifikan.
Ia menegaskan bahwa Danantara dibentuk sebagai langkah strategis agar Indonesia memiliki lembaga pengelola investasi yang mampu bersaing dengan sovereign wealth fund dari berbagai negara di dunia.
Dengan kapasitas tersebut, Danantara diharapkan tidak hanya mengelola aset negara secara profesional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah, termasuk kawasan Kalimantan. (chow)







Be First to Comment