Press "Enter" to skip to content

Jihad Menggema dari Iran, Ayatollah Makarem Shirazi Serukan Dunia Islam Balas AS dan Israel

PROKALTIM.COM – Ulama senior Iran, Ayatollah Naser Makarem Shirazi, menyerukan pembalasan atas kematian Pemimpin Revolusi Iran yang disebut sebagai syahid. Pernyataan tersebut disampaikan dari kota suci Qom dan langsung menyita perhatian internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Makarem Shirazi menegaskan bahwa rakyat Iran bersama dunia Islam tidak akan melupakan darah pemimpin revolusi yang gugur. Ia menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Bangsa Iran dan dunia Islam akan membalas darah Pemimpin Revolusi yang syahid,” ujar Makarem Shirazi dalam pernyataan yang beredar melalui jaringan ulama dan media Iran.

Ia menyebut pemerintah Amerika Serikat sebagai “kekuatan arogan” dan Israel sebagai “rezim Zionis”, istilah yang sering digunakan dalam retorika politik Iran terhadap kedua negara tersebut. Makarem Shirazi juga menyatakan bahwa pembalasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab merupakan kewajiban agama bagi umat Islam di seluruh dunia. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar kejahatan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Seruan dari ulama berpengaruh tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai peristiwa militer, serangan balasan, serta konflik tidak langsung di kawasan Timur Tengah membuat situasi keamanan regional menjadi sorotan dunia internasional.

Para analis geopolitik menilai pernyataan Makarem Shirazi berpotensi memperkuat mobilisasi dukungan dari kelompok yang sejalan dengan Iran di berbagai kawasan. Pengaruh Makarem Shirazi sebagai salah satu marja’ taqlid terkemuka di Iran membuat pernyataannya memiliki bobot besar dalam opini publik, terutama di kalangan komunitas Syiah.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan tersebut. Namun sejumlah pengamat menilai retorika yang semakin keras berpotensi meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Komunitas internasional pun diharapkan mendorong langkah diplomasi agar konflik tidak meluas menjadi konfrontasi yang lebih besar. Situasi kawasan saat ini dinilai sangat sensitif, terutama setelah berbagai peristiwa militer yang melibatkan aktor regional maupun global dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan ulama seperti Makarem Shirazi dipandang dapat memengaruhi dinamika politik dan sosial di dunia Islam, terutama ketika isu yang diangkat berkaitan dengan konflik dan solidaritas terhadap Iran.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *