Press "Enter" to skip to content

KADIN Tanpa Rival di Tengah IKN, Arah Dunia Usaha Balikpapan Jadi Sorotan

Tim pendukung Noval Asfihani bersama panitia Steering Committee (SC) berpose usai proses pendaftaran bakal calon Ketua KADIN Balikpapan periode 2026–2030 di Balikpapan, Senin (30/3/2026). (Foto: Hasan)

PROKALTIM.COM – Bursa pemilihan Ketua KADIN Balikpapan periode 2026–2030 berjalan tanpa persaingan setelah hanya satu kandidat yang muncul. Situasi ini tidak lagi sekadar dinamika organisasi, tetapi mulai menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arah dunia usaha di kota penyangga IKN.

Di tengah geliat ekonomi yang terus tumbuh seiring pembangunan IKN Nusantara, kondisi tanpa kompetisi ini memunculkan pertanyaan baru. Bagaimana arah kebijakan organisasi pengusaha jika proses pemilihan berlangsung tanpa rival?

Nama Noval Asfihani menjadi satu-satunya bakal calon setelah resmi mendaftar melalui timnya pada Senin (30/3/2026). Seluruh berkas yang diajukan dinyatakan lengkap oleh panitia Steering Committee (SC), sekaligus memastikan dirinya melaju ke tahapan berikutnya.

Nouval Asfihani KADIN Tanpa Rival di Tengah IKN, Arah Dunia Usaha Balikpapan Jadi Sorotan PROKALTIM
Noval Asfihani, calon Ketua Kadin Balikpapan Periode 2026-2030. (Foto : Hasan)

“Alhamdulillah hari ini pendaftaran kami diterima dengan baik. Semua dokumen dan persyaratan yang diminta sudah kami penuhi,” ujar Noval usai proses pendaftaran.

Meski tanpa pesaing, Noval menegaskan tetap mempersiapkan diri menghadapi Musyawarah Kota (Muskot). Ia menyebut proses ini sebagai bagian dari kesinambungan kepemimpinan organisasi ke depan.

Dalam pandangannya, KADIN harus mampu mengambil peran strategis sebagai mitra pemerintah, terutama dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka dari proyek IKN. Posisi Balikpapan sebagai kota penyangga dinilai menjadi kunci dalam pergerakan dunia usaha.

“Balikpapan adalah salah satu kota penyangga IKN. Peluangnya sangat besar, sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas asosiasi pengusaha. Melalui sinergi tersebut, KADIN diharapkan dapat membaca kebutuhan sektor usaha sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan pemerintah.

Namun, kondisi calon tunggal ini juga memunculkan dinamika tersendiri. Minimnya kompetitor dalam bursa pemilihan dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan dan ruang evaluasi dalam organisasi ke depan.

Ketua Steering Committee Muskot KADIN Balikpapan, Andi Achmad Mutawally, memastikan bahwa hingga penutupan pendaftaran, hanya satu bakal calon yang masuk dan seluruh berkasnya telah diverifikasi lengkap.

“Hingga batas waktu yang ditentukan, hanya satu bakal calon yang mendaftar dan seluruh berkasnya telah dinyatakan lengkap,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah dibuka selama satu pekan sesuai ketentuan organisasi, dengan sejumlah persyaratan seperti keanggotaan aktif dan pengalaman organisasi.

Muskot KADIN Balikpapan dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026 mendatang. Sekitar 60 anggota telah melakukan registrasi ulang dan akan menentukan arah kepemimpinan organisasi melalui hak suara mereka.

Di tengah momentum ekonomi yang terus bergerak, hasil Muskot kali ini tidak hanya menentukan struktur kepemimpinan. Lebih jauh, keputusan tersebut akan ikut membentuk arah dunia usaha Balikpapan dalam memanfaatkan peluang besar di era IKN. (bie/chow)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *