Kebutuhan Uang selama Ramadan dan Idulfitri Diprediksi Capai 1,68 T

BALIKPAPAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan memperkirakan kebutuhan uang di Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser pada periode Ramadan dan Idulfitri 1442H adalah sebesar Rp 1,68 triliun. Angka ini meningkat 89 persen (yoy) dibandingkan realisasi momen Ramadhan dan Idulfitri pada tahun 2020 yang hanya Rp 890 miliar.

Peningkatan itu didukung oleh adanya pemulihan aktivitas ekonomi pada tahun 2021. Selain itu, meningkatnya kebutuhan uang tunai dipengaruhi oleh pembayaran tunjangan hari raya (THR), pola peningkatan konsumsi jelang Lebaran. Kemudian, masih adanya budaya untuk berbagi (terutama uang baru) serta kebijakan dan stimulus Pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi COVID-19.

Secara denominasi, kebutuhan uang pecahan besar (UPB) yang terdiri atas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu diperkirakan sebesar Rp 1,5 triliun atau meningkat 92 persen (yoy). Sedangkan uang pecahan kecil (UPK) yang terdiri atas pecahan Rp 20 ribu ke bawah diperkirakan sebesar Rp 143,4 miliar atau meningkat 79 persen (yoy).

Baca juga  Telkomsel Siaga Satukan Semangat untuk Bangkit Lebih Kuat

“Dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 terkini serta aspek kesehatan masyarakat, layanan penukaran uang rupiah pada periode Ramadan atau Idulfitri 1442 Hijriah dilakukan melalui kantor bank yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Kepala KPw BI Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo.

Bersinergi dengan perbankan, BI berupaya memberikan layanan yang prima untuk memfasilitasi penukaran uang rupiah di masyarakat dalam jumlah yang cukup khususnya selama periode Ramadan atau Idulfitri. Layanan penukaran uang kepada masyarakat tersedia melalui loket perbankan yang tersebar pada 119 cabang bank umum yang tersebar di Kota Balikpapan, Kabupaten PPU, dan Paser.

“Penukaran uang terhitung mulai tanggal 12 April sampai 11 Mei 2021 pada pukul 09.00 Wita hingga 14.00 WITA dengan memperhatikan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Sebagai upaya memastikan kebutuhan uang rupiah tersedia dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang layak edar, BI melakukan koordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di mesin tarik uang (ATM) dan mesin setor tarik (cash recycling machine).

Baca juga  Holding BRI-Pegadaian-PNM, Wujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran di outlet resmi, selalu cermat dan teliti (waspada) dalam menerima uang hasil penukaran maupun lainnya guna mengantisipasi beredarnya uang palsu,” tambahnya.

 

Selain itu, BI menempuh tiga langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional, yaitu menghimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesia Standard), menjamin keberlangsungan operasional Sistem Pembayaran BI (tunai dan nontunai), dan menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang memadai serta layanan penukaran uang di perbankan khusus periode Ramadan dan Idulfitri 1442 H.

BI mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian rupiah dan merawat uang rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk bangga rupiah, dan mengenal fungsi rupiah dalam bertransaksi sebagai bentuk paham rupiah. (dah)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana