Kick Off Road to FESyar, BI Balikpapan Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan menggelar Kick Off Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Pondok Pesantren Trubus Iman, Kabupaten Paser,16 – 17 April 2021. Kegiatan ini dibuka oleh bupati Paser yang diwakili Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten, Boy Susanto.

“Rangkaian kegiatan Road to FESyar KTI 2021 bertujuan untuk memperkuat halal value chain yang di dalamnya mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan syariah dan keuangan sosial syariah dengan sektor riil. Termasuk pondok pesantren,” jelas Kepala KPw BI Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo.

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi capacity building kemandirian ekonomi pondok pesantren mewujudkan pesantren sebagai basis ekonomi syariah di Indonesia. Kemudian talk show pengembangan wakaf produktif untuk kemandirian ekonomi pondok pesantren,

Ada pula edukasi ekonomi dan keuangan syariah, cinta bangga paham rupiah, launching QRIS, dan showcase produk pondok pesantren.  Kegiatan ini juga mendukung FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Kawasan Timur Indonesia yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Paser menyampaikan apresiasi pengembangan ekonomi syariah yang digagas Bank Indonesia, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi pesantren. Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten, Boy Susanto menyebutkan, Kabupaten Paser memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Baca juga  Gubernur Kaltim Usul Pengangkatan ASN Guru Tanpa Seleksi

“Hal ini karena Kabupaten Paser memiliki 20 pondok pesantren,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga mengampanyekan literasi tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada seluruh peserta sekaligus juga melaksanakan launching  QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) untuk Ponpes Trubus Iman Paser, Ponpes Al Muttaqien Balikpapan, dan Ponpes Hidayatullah Balikpapan, sebagai media untuk mempermudah transaksi secara nontunai di lingkungan pondok pesantren.

Lebih lanjut, sebagai bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas usaha pesantren, juga dilaksanakan penandatanganan MoU business matching antara Ponpes Trubus Iman dengan Ponpes Al Muttaqien dalam hal distribusi produk senilai Rp 2,5 miliar.

Dalam capacity building pesantren yang menjadi rangkaian Road to Fesyar, seluruh peserta diberikan edukasi tentang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang menghadirkan  Dr. Daniar selaku pimpinan Ponpes Trubus Iman yang menyampaikan prinsip ekonomi dan jual beli dalam Islam, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas yang memaparkan kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia.

“Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” papar Thomy.

Baca juga  Latihan Gabungan, Bukan Sekedar Main Air

BI telah menyusun blue print yang menjadi referensi kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tujuan mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah global. Selain itu, peserta juga diberikan materi terkait pengembangan usaha syariah pesantren melalui pembentukan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) yang menjadi sarana onpes saling bersinergi terkait pengembangan bisnis di masing-masing Ponpes. Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari Ponpes Al-Muttaqien terkait usaha-usaha yang dapat dijalankan pesantren.

Di hari kedua, peserta diberikan materi terkait pengembangan wakaf produktif untuk pengembangan ekonomi pesantren oleh Dr. Daniar. Dalam kegiatan itu dijelaskan terkait best practice model wakaf di Ponpes Trubus Iman yang dapat direplikasi oleh ponpes lainnya. Acara dilanjutkan dengan diskusi kerja sama ekonomi antar Ponpes untuk membahas pengembangan holding bisnis serta program bersama antara ponpes mitra & binaan BI Balikpapan.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa berkolaborasi dengan stakeholder untuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi sebagai bagian dari strategi utama dalam upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dengan upaya ini, diharapkan Indonesia akan menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. (dah)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana