Dikira Kesurupan Saat Maghrib, Meregang Nyawa Karna Sakit

SAMARINDA, PROKALTIM- Teriakan membuncah dari kejauhan, mata pun tertuju pada sebuah rumah kontrakkan yang berada di Jalan Purwobinangun RT 23 Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Pria 36 tahun tergeletak tak bernyawa pada Sabtu (26/6) sekitar Pukul 18.00 Wita.

Diketahui teriakan minta tolong itu merupakan suara Fahry (29) penghuni kontrakan tersebut, dikarenakan rekan kerjanya yang ia tampung di rumah kontrakan tersebut meregang nyawa, Jasmin Sihombing (36) yang merupakan teman seprofesinya, sopir DT.

Jasmin meregang nyawa dihadapan Fahry yang sedang makan kala itu, awalnya mengalami mual muntah dan mengeluhkan sakit di bagian dada dan dirinya sempat mengira kalau korban mengalami kesurupan karna saat itu waktu menjelang Magrib.

“Saya bangun tidur, lanjut makan saya lihat dia muntah-mutah di samping rumah, setelah itu masuk kerumah mengeluhkan sakit dada, dan tak lama berselang ia (korban) nafasnya tersegal, lalu terbaring sambil menggepalkan kedua tanganya disertai kejang-kejang, sempat mengira kesurupan, tetap mulut mengeluarkan busa, saya spontan berhenti makan dan mencari pertolongan ke para tetangga dan perangkat desa,” Ucap Fahry.

Baca juga  Polresta Samarinda Berkoordinasi Ke Puslabfor Polri, Soal Jasad Bayi Yang Ditemukan Membusuk Dalam Karung

Warga yang merespon teriakan Fahry pun berbondong-bondong mendatangi kontrakannya, namun warga setempat tidak berani mengambil tindakan, sebagian warga lainya sibuk menghubungi perangkat desa dan pihak berwajib.

Jasmin sudah berenti bekerja sekitar 10 hari, dan berencana akan bertolak ke Jawa Tengah dalam waktu dekat, karena Jasmin tidak memiliki tempat tinggal tetap serta sanak saudara, Fahry pun berinisiatif memberikan tempat tinggal sementara.

“Sudah sekirtar 10 hari berenti kerja, sambil menungu jemputan untuk ke Jawa Tengah, saya beri tumpangan tempat tinggal disini,” Tambah Fahry.

Selanjutnya perangkat desa dan aparat keamanan yang telah hadir lebih dulu dilokasi kejadian, disusul kedatangan Tim Inafis Polresta Samarinda dan PMI guna melakukan identifikasi awal dan evakuasi.

Baca juga  Sinergi Aparat Penegak Hukum, Kunker Dirkamtib Laksanakan P4GN

Aipda Hary Cahyadi, Kasubnit Inafis Polresta Samarinda setelah mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut, pihaknya di bantu PMI mengarah kelokasi kejadian dan melakukan indetifikasi awal dan selanjutnya jasad korban di evakuasi ke RSUD AW.Syahrani.

“Telah kami lakukan identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dugaan sementara korban meninggal karena sakit dan kondisi jenazah diperkirakan meninggal dunia sekitar sekitar 2 jam lalu, selanjutnya jasad korban kami bawa ke RSUD AW.Syahrani guna dilakukan visum,” Kata Aipda Hary Cahyadi. (Sam/adl)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana