RS Atma Husada Mahakam Tidak Akan Menolak Pasien, Direktur: Ini Komitmen

SAMARINDA, PROKALTIM- Sarana kesehatan rumah sakit khusus penangan Covid-19 kini sudah tak mampu lagi membendung lonjakan pasien Covid-19 yang harus dilayani. Hal ini terbukti dengan adanya dua kasus terbaru pasien isoman yang dirujuk ke rumah sakit dan meninggal dunia di area rumah sakit.

Hal ini dikarenakan tak tersisa ruang ataupun sarana penunjang lain seperti oxygen hingga kurangnya tenaga kesehatan dikarenakan terpapar virus covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

Situasi di depan ruang ICU RSKD Atma Husada Mahakam (psamudra/prokaltim.com)

Hal demikian harusnya tidak terjadi dan bukanlah halangan bagi rumah sakit untuk tetap menjalankan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satu rumah sakit milik pemerintah, RSKD Atma Husada Mahakam, yang hingga saat ini masih melakukan pelayanan diruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) baik pasien Covid-19 ataupun non Covid-19.

Baca juga  Ambil Momen Hari Sumpah Pemuda, PT SHA Solo Resmikan kantor Ke 10 Dari 13 Cabang

Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSKD Atma Husada Mahakam Dr. Jaya Muamalin hingga saat ini kondisi tempat tidur terisi dan pihaknya menerapkan sistem buka tutup untuk dapat menampung pasien, mengingat keterbatasan tempat.

“Sebelumnya tersedia 56 tepat tidur, namun berjalannya waktu dan semakin banyaknya pasien rujukan Covid-19 kami tambah hingga 76 tempat tidur.” Ungkapnya.

Jaya juga menambahkan, meski ruangan penuh pihaknya akan memastikan tidak akan terjadi penolakan pasien jika ada yang datang ke ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. “Hal ini sebagai bentuk komitmen kita untuk melayani masyarakat,” Tambahnya.

“Bila ada pasien gawat darurat yang datang, walau penuh setidaknya kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi pasien tersebut,”.Jelasnya.

Baca juga  Warga Tanam Janur Kuning Di Jalan, Tanda Lubang, Sering Kecelakaan

Hingga saat ini RSKD Atma Husada Mahakam memiliki 1 ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU) didukung dengan 1 orang dokter spesialis anastesi, 1 dokter penyakit dalam 10 dokter umum dengan total keseluruhan ada 150 tenaga kesehatan yang di SK-kan atau mengantongi surat tugas penangan Covid-19. (Sam/adl)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana