SAMARINDA,PROKALTIM – Garis polisi yang terbentang, mobil jingga milik Inafis terparkir di simpang tiga kantor pos Jalan Gadjah Mada, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, isu penemuan jasad menyebar, benarkah?
Pengguna jalan heboh, puluhan kendaraan merayap, sebagian menepi, macet terjadi pada Sabtu (20/8/2022) sekitar Pukul 11.00 WITA.
Dari informasi yang dihimpun Prokaltim.com di lokasi kejadian, adanya timbunan tanah diduga berisikan jasad janin dan telah mengeluarkan bau tak sedap.
Terlihat jelas sebuah bungkusan kain putih yang sudah dihinggapi lalat hijau, tampak bercak darah dan hanya tertimbun tanah sebagian saja, tepat berada disamping box instalasi jaringan internet.
Jajaran Polsek Samarinda Kota, Satreskrim unit Inafis dan PMI berada dilokasi mulai melakukan identifikasi lokasi kejadian, dan membuka bungkusan kain tersebut.
Raut wajah warga yang hadir harap-harap cemas, jasad manusia ataukah yang lainnya, kurang lebih lima menit penggalian berlangsung, petugas gabungan mulai membuka kain yang menutupi sumber bau tersebut.
“Alhamdulillah,” sahut para tim evakuasi gabungan dan warga setempat saat mengetahui bungkusan tersebut hanyalah bangkai kucing jantan berwarna putih abu yang diduga mati karna tertabrak pengendara jalan tersebut.
“Sepertinya seseorang menabrak lalu menguburnya di situ pakai bajunya,” terang salah seorang petugas PMI Samarinda.
Kasubnit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda Aiptu Harry Cahyadi menerangkan pihaknya datang setelah mendapatkan laporan adanya dugaan penemuan janin terkubur di tepian tersebut pada Pukul 11.10 WITA.
Dengan cepat mereka merespon dan langsung mendatangi TKP yang dimaksud di atas.
“Apapun laporannya kita tanggapi. Alhamdulillah ternyata hanya bangkai hewan yang ditemukan oleh seorang pemancing pagi tadi,” ungkapnya.
Bangkai kucing itupun dibawa oleh PMI Kota Samarinda untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Tepat Pukul 12.00 WITA seluruh personil yang hadir kembali ke kesatuan masing-masing. Begitupun para pengendara dan warga yang sempat memenuhi kawasan tepian tersebut berangsur-angsur pergi meninggalkan lokasi kejadian. (Psg/adl)