BALIKPAPAN,PROKALTIM – Saat ini masyarakat justru sedang kesulitan untuk menemukan hingga membeli Elpiji 3 kilogram (gas melon) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Untuk itu, Wakil ketua DPRD Provinsi Kaltim Sigit Wibowo juga turut angkat bicara terkait kelangkaan Elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah khusunya di Kota Balikpapan.
Sigit menjelaskan, dari DPRD Provinsi diakuinya sudah melakukan pengecekan langsung ke pihak Pertamina. Dia juga terangkan, dulu pernah ia sampaikan mengenai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan termasuk dengan Elpiji.
Lanjutnya, Pertamina meminta kepada pihaknya melalui Gubernur untuk menambahkan kuotanya. Kemudian pihaknya sampaikan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemudian berlanjut ke Pertamina.
“Termasuk dengan Elpiji 3 kilogram dulu itu. Nah terakhir faktanya informasinya kuotanya malah dikurangi dan itu saya harus tanyakan kembali,” ujarnya usai menggelar sosialisasi Perda (Sosper) Provinsi Kaltim nomor 1 tahun 2019 tentang “Pajak Daerah,” di Kantor Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara, pada Sabtu (8/7/2023).
Politisi PAN juga menyampaikan, baik dari DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memastikan terus menambahkan kuota Elpiji 3 kilogram. Akan tetapi jika terjadi kebocoran ditingkat bawah, mungkin hal tersebut yang perlu adanya untuk pengawasan bersama baik dari penegak hukum, agar gas Elpiji 3 kilogram ini tidak bocor dibawah dan tidak ada penimbunan-penimbunan.
Lanjutnya, dalam hal ini penting agar sering dilakukan sidak-sidak baik dari pihak kelurahan maupun pihaknya kepolisian, untuk menanyakan berapa kuota jumlah Elpiji, dan berapa yang disalurkan dan lain sebagainya.
“Artinya harus ada informasi dari masyarakat. misalkan dari hasil penelusuran dan memang ada buktinya silahkan diproses. Kemudian harus koordinasi dengan pihak kepolisian, agar mereka juga memantau distribusi Elpiji maupan BBM Subsidi tersebut,” pungkasnya. (to)