Press "Enter" to skip to content

Dugaan intimidasi warga Garut menuai sorotan DPR

PROKALTIM – Anggota DPR RI Imas Aan Ubudiyah menyoroti dugaan intimidasi yang dialami seorang warga di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, setelah menyampaikan kritik terkait kondisi jalan desa yang rusak meski terdapat alokasi dana desa. Ia menegaskan perangkat desa seharusnya bersikap terbuka dan tidak antikritik terhadap aspirasi masyarakat.

Menurut Imas, kritik merupakan bagian penting dari kontrol publik untuk memastikan pembangunan desa berjalan sesuai kebutuhan warga. Ia menyesalkan adanya dugaan tindakan intimidatif terhadap warga yang menyuarakan keinginannya agar infrastruktur desa diperbaiki, karena hal tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi di tingkat lokal.

Politisi PKB itu menekankan bahwa setiap persoalan di desa seharusnya disikapi melalui dialog yang sehat dan beretika. Ancaman, ujaran kebencian, maupun tindakan intimidasi, kata dia, tidak dapat dibenarkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang seharusnya melayani masyarakat.

WhatsApp Image 2026 01 05 at 14.25.17 Dugaan intimidasi warga Garut menuai sorotan DPR PROKALTIM
Dugaan intimidasi warga Garut menuai sorotan DPR

Imas berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang dan meminta seluruh perangkat desa mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Ia menilai keterbukaan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan warganya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya transparansi dan optimalisasi penggunaan dana desa. Pengelolaan dana desa yang akuntabel dan terbuka diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong partisipasi warga dalam pembangunan.

Imas menegaskan, apabila fasilitas desa dibangun dengan baik dan dana desa dimanfaatkan secara maksimal, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa akan tumbuh secara alami. (Rul)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *