Press "Enter" to skip to content

Inflasi Balikpapan dan PPU Terkendali Sepanjang 2025, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat

PROKALTIM.COM, BALIKPAPAN — Inflasi di wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang tahun 2025 tercatat tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran nasional, mencerminkan kondusivitas harga serta daya beli masyarakat yang relatif kuat di kedua daerah tersebut. Data resmi menunjukkan angka inflasi tahunan di Balikpapan mencapai 2,71 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 2,92 persen, sementara di PPU inflasi tahunan tercatat 2,08 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan jasa. Menurutnya, sinergi tersebut berhasil meredam tekanan harga yang muncul akibat kenaikan tarif transportasi udara dan sejumlah komoditas pangan pada akhir tahun lalu.

Tekanan harga pada 2025 terutama berasal dari kelompok makanan dan transportasi, termasuk kenaikan tarif angkutan udara saat libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, beberapa komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan ikan layang mencatat peningkatan harga karena pasokan yang terbatas akibat faktor cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi. Meski demikian, tekanan ini berhasil diimbangi oleh deflasi pada komoditas hortikultura seperti tomat, kacang panjang, dan buncis yang pasokannya melimpah.

Robi menambahkan bahwa daya beli masyarakat di Balikpapan dan PPU tetap produktif dan berkontribusi pada stabilitas inflasi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 menunjukkan tingkat optimisme yang tinggi di angka 122,7, didukung oleh pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS yang terus meningkat sepanjang tahun.

Menatap 2026, Bank Indonesia bersama TPID akan terus mewaspadai sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi kondisi harga, termasuk puncak musim hujan yang dapat menghambat distribusi pangan serta lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Beberapa strategi seperti operasi pasar, kerja sama antar daerah, serta penguatan ketahanan pangan dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan inflasi tetap dalam rentang sasaran nasional yakni sekitar 2,5 persen plus minus 1 persen. (Rz)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *