PROKALTIM.COM – Komika terkenal Indonesia Pandji Pragiwaksono mengambil langkah dialog dengan mendatangi Majelis Ulama Indonesia untuk meminta nasihat terkait kegaduhan yang muncul akibat materi stand up comedy berjudul Mens Rea.
Kedatangannya ke kantor MUI Pusat di Jakarta dilakukan sebagai bentuk itikad baik setelah materi tersebut menuai kritik luas dari masyarakat. Pandji menyampaikan bahwa dirinya ingin meluruskan persepsi sekaligus mendengar masukan langsung dari para tokoh agama agar polemik tidak terus berkembang.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, MUI memberikan arahan agar para pelaku seni dan hiburan tetap mengedepankan etika serta kepekaan sosial dalam setiap karya yang disampaikan kepada publik.
Pandji mengakui bahwa dinamika kritik merupakan bagian dari risiko profesinya sebagai komika, namun ia memilih menyikapinya dengan cara dewasa melalui jalur komunikasi.
Ia menegaskan bahwa materi komedi yang dibuatnya tidak bermaksud menyerang atau merendahkan pihak tertentu. Kontroversi ini sebelumnya bergulir panjang di media sosial hingga memunculkan berbagai laporan dari kelompok masyarakat yang merasa tersinggung.
MUI mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan perpecahan.
Pandji menyatakan akan menjadikan nasihat tersebut sebagai pegangan dalam setiap proses kreatif berikutnya.
Langkah tabayun yang dilakukan Pandji mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dianggap lebih konstruktif dibanding saling berdebat di ruang digital.
Dunia hiburan Indonesia dinilai perlu belajar dari kasus ini agar tetap produktif tanpa mengabaikan norma yang hidup di tengah masyarakat.
Pandji berharap pertemuannya dengan MUI dapat meredakan ketegangan dan mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi. Ia juga mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara proporsional sebagai bagian dari dinamika berkesenian.
Dengan dialog terbuka, diharapkan ke depan tidak ada lagi polemik serupa yang berujung pada kegaduhan berkepanjangan.
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa komunikasi tetap menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.







Be First to Comment