DPRD KOMISI II BALIKPAPAN AGENDAKAN PANGGIL KONTRAKTOR JARGAS

BALIKPAPAN-Komisi II DPRD Kota Balikpapan akan mengagendakan memanggil kontraktor pelaksana pembangunan jaringan gas rumah tangga terkait laporan dari sejumlah warga atas bekas lubang galian dan sisa material yang masih dibiarkan.

Adanya kondisi bekas lubang galian yang masih dibiarkan sangat menganggu dan menyulitkan sejumlah pengendara, khusus kendaraan roda dua. Tampak juga material sisa galian yang dibiarkannya sehingga menimbulkan badan jalan sempit terlihat jorok.

Hal ini mendapat tanggapan dari anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Riri Saswita Diano mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan rekannya di Komisi II untuk menjadwalkan pemanggilan terhadap kontraktor pelaksana jargas.

“Kita akan jadwalkan, mungkin minggu depan kita tentukan kapan kita panggil,” katanya ketika wawancarai wartawan di kantornya, Jumat (28/8).

Baca juga  PAW Wakil Wali Kota Balikpapan Menunggu Persetujuan Wali Kota dan Partai Pengusung

“Proyek jargas yang kembali berjalan sesuai yang diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM RI) pada Pemerintah Kota Balikpapan”, ungkap Riri.

Menurut Riri, Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendukung penuh proyek tersebut untuk menunjang peningkatan infrastruktur di Kota Balikpapan. Namun pelaksanaannya tetap harus dilakukan dengan benar oleh pihak kontraktor agar tidak merugikan masyarakat.

” Kondisi lubang dan material sisa galian yang masih dibiarkan di badan jalan menyebabkan sebagian besar masyarakat terganggu. Tidak hanya pengguna jalan, namun juga masyarakat yang rumahnya kebetulan dilintasi jalur pipa gas. Karena ketika hujan turun jalan menjadi becek dan licin”, jelasnya di ruang kerjanya.

Baca juga  Vaksin Lanjutan BINDA Kaltim, 1.729 Dosis Sinovac Tahap II Diberikan

Menurutnya, adanya kondisi ini sangat mengganggu dan juga mengotori kota, kita akan panggil kontraktor yang menangani dan siapa yang bertanggung jawab.
“Karena kalau sampai harus menunggu pekerjaan itu selesai 100 persen baru dirapikan, lubang-lubang bekas galiannya sudah terlalu lama dibiarkan,” katanya.

Dirinya menambahkan, kondisi seperti ini tidak bisa terus dibiarkan dan harus segera disikapi karena akan sangat mengganggu masyarakat terutama ketika hujan turun.

“Karena kondisi jalan yang berlubang serta bekas galian yang dibiarkan di pinggir jalan sudah menyebabkan kondisi jalan menjadi macet, dan kondisi itu lebih parah lagi ketika hujan turun. Menyebabkan kondisi jalan menjadi becek,”pungkasnya.

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana