Press "Enter" to skip to content

NTP Melesat! Pendapatan Petani Kaltim Kembali Menguat pada Mei 2026

Nilai Tukar Petani Kalimantan Timur Mei 2026 naik 0,57 persen menjadi 150,68. Hortikultura menjadi penyumbang kenaikan terbesar, sementara NTUP juga meningkat.

PROKALTIM.COM – Kabar positif datang dari sektor pertanian Kalimantan Timur. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Timur pada Mei 2026 tercatat naik 0,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 149,83 menjadi 150,68. Kenaikan ini menunjukkan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani di daerah tersebut masih berada dalam tren positif di tengah dinamika harga berbagai kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur pada 2 Juni 2026 menunjukkan peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). It tercatat naik 1,30 persen, sedangkan Ib hanya meningkat 0,73 persen. Kondisi tersebut membuat selisih yang diterima petani menjadi lebih besar sehingga berdampak pada peningkatan nilai tukar.

NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan atau daya beli petani. Semakin tinggi angka NTP, semakin baik kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi usaha pertaniannya.

Hortikultura Jadi Pendorong Utama

Berdasarkan data BPS, subsektor hortikultura menjadi penyumbang kenaikan terbesar pada Mei 2026. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) meningkat 2,87 persen menjadi 123,62. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan harga komoditas hortikultura yang diterima petani dibandingkan beban pengeluaran yang mereka tanggung.

NTP PETANI NAIK SUMBER BPS NTP Melesat! Pendapatan Petani Kaltim Kembali Menguat pada Mei 2026 PROKALTIM

Selain hortikultura, subsektor tanaman pangan juga mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen dengan NTP mencapai 101,71. Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,31 persen dan mencatat NTP tertinggi yakni 211,89.

Subsektor peternakan turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan NTP sebesar 1,17 persen menjadi 112,08. Angka tersebut menunjukkan sektor peternakan masih mampu menjaga kinerja di tengah perubahan harga pasar.

Keberhasilan beberapa subsektor tersebut memperlihatkan bahwa sektor pertanian Kalimantan Timur masih memiliki ketahanan yang cukup baik dan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Perikanan Turun, NTUP Tetap Naik

Di tengah kenaikan mayoritas subsektor, sektor perikanan menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan. Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) turun 0,67 persen menjadi 105,28. Penurunan ini mengindikasikan adanya tekanan harga atau peningkatan biaya yang lebih besar dibandingkan pendapatan yang diterima pelaku usaha perikanan.

Meski demikian, indikator lain yakni Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menunjukkan perbaikan. Pada Mei 2026, NTUP tercatat sebesar 157,02 atau meningkat 0,46 persen dibandingkan April 2026.

Kenaikan NTUP menunjukkan bahwa secara umum kondisi usaha pertanian di Kalimantan Timur masih berada pada jalur yang positif. Dengan tren ini, sektor pertanian dan perkebunan diharapkan tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus menjaga kesejahteraan petani di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. (nad)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *