Bisnis Syahwat Anak 17 Tahun, Open BO di Michat

SAMARINDA, PROKALTIM-, Prostitusi online dengan aplikasi sosial media semakin marak diseluruh daerah, begitupun Samarinda, pelaku hingga korbannya beraneka ragam, dari yang murni trafficking hingga keterpaksaan karena kesulitan ekonomi, atau ada hal lain?

Tertuju pada sebuah rumah kost yang berada di kawasan Sungai Pinang Dalam kecamatan Sungai pinang,  media ini melakukan penelusuran terkait hal ini, hari itu Kamis akhir Februari, terlihat aktivitas muda- mudi hilir mudik di lokasi yang diduga dipakai untuk bisnis syahwat ini.

Aipda subaji saat menemui pengelola kost (foto:p samudra/prokaltim.com)

Bukan kabar burung, bukan juga berita hoax, ini bisa jadi suatu rahasia umum tentang mudahnya mendapat “Cinta Satu Malam” di area tersebut, yang mirisnya lagi, Prokaltim.com mendapati di jejaring sosial Facebook beredar adanya seorang anak perempuan menjajakan diri, melalui aplikasi pertemanan Michat, modusnya menggunakan wajah orang lain, yang lebih cantik, sebagai penarik perhatian dan mendapat keuntungan.

Baca juga  Pengelola Pasar "Gang Rivai" Siap Kembalikan Fungsi Jalan, Lurah : Kami Sudah Bersurat Dua Kali, Belum Ada Jawaban!

Dirumah yang tak besar, tak juga kecil, tak jauh mata memandang kami disambut dengan seorang perempuan,rambutnya gimbal sebut saja Omma –bukan nama sebenarnya–,  Omma mengaku baru sekitar 2 bulan berkerja di rumah kost tersebut,   sebagai  penjaga sekaligus yang mengurus kebersihan, ia juga menjelaskan aturan di kost ini saat masuk harus menunjukan identitas diri minimal KTP. 

Tidak banyak yang diutarakan Omma,  perlahan menunjukan beberapa kamar yang terisi, Ia juga menjelaskan kalau dikosan ada yang bulanan dan harian, entah dia tahu atau pura-pura tak tahu tentang bisnis terlarang ini.

Didampingi aparat hukum, kami menemui seorang remaja prempuan yang mengaku berusia 17 tahun, sebut saja Kamboja –nama rekaan–, Kamboja sudah 3 bulan tinggal di kosan tersebut, bukan hanya tinggal tapi juga menjajakan tubuhnya.

“Saya open BO, itu kerjaanya saya, saya patok tarif minimal 500 ribu untuk sekali kencan,  pelanggannya rata-rata pria hidung belang usia 40 tahun ke atas, karna ‘mainnya’ cepat keluar, tidak pake lama jadi bisa layani tamu selanjutnya, saya kost disini 1 juta rupiah per bulan.” ujar Kamboja.

Baca juga  Pasien Rawat Jalan Menumpuk, Sistem BPJS Lumpuh, Humas BPJS : Peserta Jangan Khawatir, Masih Dapat Mengakses Layanan Kesehatan

Kamboja juga menjelaskan kalau ia sudah lama tidak pulang kerumah, orang tua sudah berpisah disini tinggal sama adiknya, aplikasi “open BO” ada digadget temannya.

Aipda Subaji, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Pinang Dalam menjelaskan, benar informasi dari masyarakat kalau di tempat tersebut sering ramai kegiatan anak muda, dirinya berkoordinasi dengan RT setempat mengenai laporan tersebut.

“Lalu kami temui pengelola / penjaga kamar kost dan himbau untuk lebih selektif lagi untuk menerima orang yang ingin kost, seperti identitas penghuni dan tetap dipantau kegiatan yang dilakukan dilingkungan kost, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang berujung meresahkan masyarakat,”ucapnya. (Sam/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana