Bahtera Dilelang Rp 227,6 Miliar, Johny Wong : Kami Merasa Dirugikan atas Pengumuman Pihak Bank

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Kondisi yang harus dialami Hotel Menara Bahtera dan Hotel Adika Bahtera yang beralamat jalan Jendral Sudirman Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami kerugian karena pandemi, kini aset dilelang karena dianggap pailit hingga dilelang dengan nilai limit Rp 227,6 miliar.

Setelah vonis pailit yang disebut janggal, kini nama dua hotel di bawah naungan perusahaan muncul ke publik untuk dilelang. Persoalan yang membelit PT Hotel Bahtera Jaya Abadi berlanjut.

Johny Wong, Direktur Utama PT Hotel Bahtera Jaya Abadi melalui kuasa hukumnya Agus Amri mengaku keberatan dengan adanya pengumuman lelang yang dibuat pada 16 Februari tersebut. Lelang yang dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim atau Bankaltimtara melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) itu dinilai cacat hukum. “Kami meminta pihak-pihak untuk tidak mengikuti lelang atas objek yang sedang dalam sengketa guna menghindari kerugian,” tegas Agus Amri, belum lama ini.

Baca juga  Kasus Pembunuhan Di Jalan Achmad Dahlan, 28 Reka Adegan, Dua Tersangka Bukan Pelaku Utama

Dalam pengumuman kedua tersebut, Agus Amri menyebut kliennya sama sekali tidak mendapatkan surat pemberitahuan selaku debitur. Dalam putusan pailit sebelumnya di Pengadilan Niaga Surabaya pada 3 Agustus 2020, menurutnya juga cacat hukum.

“Karena pengajuannya bukan oleh Johny Wong selaku direktur utama,” ujarnya.

Pengajuan tersebut dilakukan oleh Nancy Wong. Yang menurutnya tidak memiliki kapasitas untuk mewakili perusahaan. Baik dalam UU Perseroan maupun Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perusahaan. (to)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana