BI Balikpapan Gelar Pelatihan Pertanian Organik dan Korporatisasi, Diikuti Petani dari Tiga Daerah

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan melaksanakan rangkaian pelatihan pertanian organik dengan teknologi Microbacter Alfafa-11 (MA-11) serta sosialisasi korporatisasi dan akses permodalan pada 20-24 Maret. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dan daya saing klaster pertanian binaan.

Rangkaian kegiatan dibuka langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas. Acara berlangsung di Kantor Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 20-21 Maret. Kegiatan ini diikuti 30 petani binaan di wilayah Kabupaten Paser dan Kabupaten PPU,

Kemudian pada 23-24 Maret, kegiatan pelatihan dilaksanakan di Kantor Balai Penyuluh Pertanian Teritip, Kota Balikpapan. Kegiatan ini diikuti 20 peserta petani binaan di wilayah Kota Balikpapan.

“Kegiatan pelatihan dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kompetensi petani, khususnya dalam pertanian organik serta penguatan kelembagaan petani,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas.

Implementasi pertanian organik yang terintegrasi, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing petani. Kegiatan ini juga bagian dari pengembangan klaster pertanian yang dibina oleh Bank Indonesia Balikpapan bekerja sama dengan Pemkab Paser, Pemkab Penajam Paser Utara dan Pemkot Balikpapan.

Baca juga  Political Marketing dan Bedah Dapil, PPP Perkuat Teritori

“Kegiatan yang dilaksanakan, antara lain, pengembangan kompetensi petani, penguatan kelembagaan dan kegiatan pendampingan dalam rangka peningkatan produksi,” jelasnya.

Saat ini terdapat lima klaster yang dibina oleh Bank Indonesia. Kelima klaster itu meliputi Klaster Padi “Gapoktan Wahana Tani” di Desa Sebakung Makmur, Kabupaten Paser; Klaster Padi “Gapoktan Karya Tani Mulia” di Desa Gunung Mulia di Kab. PPU. Kemudian Klaster Bawang Merah “Kelompok Tani (Poktan) Karya Usaha” di Desa Rintik, Kabupaten PPU; Klaster Cabai “Poktan Sehat Sejahtera” di Teritip, Balikpapan; dan Klaster Bawang Merah “Poktan Hikma” di Teritip, Balikpapan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Thomy Andryas juga menyampaikan, pelatihan yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia secara aktif membantu petani melalui peningkatan kualitas sistem budi daya sehingga produksi lebih optimal. Hal itu juga merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan pasokan sekaligus akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.

“Selain itu, juga dipaparkan secara singkat tentang pentingnya penguatan kelembagaan petani dalam bentuk korporatisasi di sektor pertanian untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani, terjaganya stabilitas harga jual, dan kesinambungan produksi guna menjaga ketersediaan pasokan,” ungkapnya.

Baca juga  Balikpapan Manuntung Art Festival, Generasi Muda Jaga Kelestarian Seni Budaya

Beberapa kunci yang diperlukan dalam korporatisasi, tambahnya, yaitu perlu pembimbingan pola pikir petani untuk dapat bersinergi dalam akses permodalan dan perancangan kegiatan onfarm sesuai dengan kebutuhan pasar atau bisnis. Selanjutnya, perlunya segera membentuk koperasi gapoktan atau poktan sebagai legalitas dan pelaksana korporatisasi pertanian. Terakhir adalah dukungan dari seluruh stakeholders.

Dalam pelatihan tersebut, penemu teknologi MA-11 Nugroho Widiasmadi hadir sebagai narasumber. Pada paparannya, disampaikan bahwa teknologi MA-11 memiliki banyak manfaat seperti mampu memberikan efisiensi biaya produksi hingga 70 persen, meningkatkan produksi hingga 100 persen, dan akan menciptakan pertanian berkelanjutan.

“Hal utama yang terpenting dalam membangun pertanian organik adalah terintegrasi antara pertanian dan peternakan serta kedisiplinan untuk menerapkan sistem operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” jelas dia.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa berkomitmen melalui kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pihak. Terutama pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya untuk melakukan pengembangan klaster pertanian, khususnya padi, cabai, dan bawang merah yang akan diarahkan pada keberlanjutan dan peningkatan produktivitas serta peningkatan akses pasar, akses keuangan, penguatan kelembagaan, dan program hilirisasi. (dah)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana