Yuk, Intip Keindahan Strap Masker dari Bebatuan di Pasar Inpres Kebun Sayur

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Masker pun menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Utamanya saat beraktivitas di luar rumah.

Berbagai inovasi pun dikembangkan untuk mendukung gaya hidup masyarakat yang baru ini. Di antaranya dengan menciptakan mask strap atau lebih dikenal dengan nama strap masker. Strap masker belakangan ini menjadi tren di tengah masyarakat.

Barang berbentuk kalung yang dihias dengan manik-manik lucu berwarna-warni ini digunakan untuk menggantungkan masker yang sedang tak terpakai. Masker pun tetap bersih karena tidak tergeletak di sembarang tempat.

Tidak hanya itu, strap masker yang memiliki berbagai model dan motif membuat tampilan semakin menarik. Oleh karenanya, benda ini banyak diburu masyarakat, khususnya kaum remaja.

Hal itu pun dibenarkan oleh salah seorang pedagang di Pasar Inpres Kebun Sayur, Fauziah. Penjual aneka aksesoris dari berbagai batuan ini mengatakan, penjualan di tokonya didominasi oleh strap dan konektor masker.

Baca juga  Kopdar! Gerak Cepat Pengurus Komite Ekonomi Kreatif Kaltim Membaca Peluang Bangkit

“Kalau belakangan ini, yang banyak dibeli itu strap sama konektor. Karena trennya begitu, maskernya jadi enak dilihat,” katanya.

Strap dan konektor masker yang dijualnya merupakan buatan sendiri. Bahan-bahannya dia dapat dari China. Ada yang dari mutiara, kristal, manik dayak, hingga batu akik. Meski impor, harganya sangat terjangkau.

Aneka aksesoris dari berbagai macam batuan didominasi oleh strap dan konektor masker. (foto: diah)

“Strap masker ini saya jual mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu. Kalau konektornya sama harganya, Rp 25 ribu saja,” kata dia

Salah seorang pembeli, Fatmawati mengungkapkan, dirinya memang pencinta pernak-pernik dari batu dan monte seperti kalung dan gelang. Karena kini sedang tren strap masker, dirinya pun membelinya.

Baca juga  Hiekraf: Bersama Mendorong Percepatan Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Kreatif Balikpapan

“Sekarang’ kan orang lagi pada suka pakai tali masker, jadi ya beli,” kata perempuan berkacamata ini.

Strap masker, lanjutnya, juga memudahkan dirinya dalam beraktivitas. Di tengah pekerjaannya yang cukup banyak, strap membuat dirinya tidak perlu takut jatuh atau hilang.

“Saya ‘kan kerjanya cukup padat, jadi sering haus. Kalau pakai strap tinggal dikalungnkan saja maskernya. Setelah minum, bisa dipakai lagi. Enggak perlu takut kotor atau jatuh,” jelas perempuan berkacamata ini.

Selain itu, banyaknya model dan motif membuat penampilan terlihat semakin menarik. Penggunaan strap pun bisa disesuaikan dengan pakaian yang digunakan.

“Tak bisa dimungkiri, strap masker ini juga bisa menunjang penampilan. Bahan dan warnanya yang beragam bisa menjadi aksesori, bisa juga disesuaikan dengan outfit kita,” tutupnya. (dah)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana