Mayat Ambo Asse Ditemukan Tim Basarnas di Teluk Balikpapan

Pemancing Manggar yang Hilang saat Memancing

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Basarnas melaporkan telah ditemukan jenazah di Perairan Boring Biru Teluk Balikpapan yang di duga adalah pemancing yang dilaporkan hilang di Muara Telake Kabupaten Paser. Sejak 17 April 2021 terakhir Ambo Asse (41) warga Gang Teri, RT 46, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kaltim, pamit memancing dengan rekannya Junaedi (38).

Pemancing Balikpapan yang dikabarkan tenggelam di Perairan Telake, Kabupaten Penajam Paser Utara pada Senin (19/4/2021) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (24/4/2021) sekira pukul 10.30 wita.

Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi menuju lokasi penemuan. Kasi Ops Basarnas Kaltim, Octavianto mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi dari nelayan yang melintas di wilayah Boring Biru atau Perairan Teluk Balikpapan.

Baca juga  Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Jurnalis Nurhadi, Wartawan Tempo

“Kondisi korban ditemukan setelah dapat laporan dari masyarakat bahwa ditemukan sosok jenazah di lokasi tersebut. Pada pukul 10.30 wita korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia disekitaran wilayah boring biru atau daerah Selat Makassar dekat Teluk Balikpapan,” katanya.

Dia juga mengatakan, mengatakan tim pun sempat terkendala melakukan pencarian belakangan ini lantaran kondisi cuaca tidak bersahabat. Gelombang cukup tinggi sehingga menyulitkan Tim SAR gabungan melakukan pencarian. Korban ditemukan dengan jarak sekitar 30 nautical mile dari lokasi kejadian pertama.

Tim pun berhasil mengevakuasi korban ke Dermaga Chevron di Pelabuhan Semayang sekira pukul 12.29 wita. Kondisi tubuh korban saat ditemukan cukup memprihatinkan, yakni bagian tubuh tidak utuh seperti semula alias rusak.

Baca juga  Terjebak di Tengah Laut saat Angin Kencang, Empat Pemancing Terombang-Ambing Ditengah Laut

“Kondisi korban berhasil dievakuasi naik sekitar pukul 10.40 wita dan sampai ke dermaga sekitar 12.29 wita. Kondisi tubuh saat ditemukan sudah tidak utuh lagi, sudah rusak,” ucap Octa.

Dan sementara itu, istri korban yakni Kartini mengatakan, Ia hanya mengatakan bahwa suaminya saat meninggalkan rumah pamitan untuk pergi melaut bersama rekannya. Tak ada firasat suaminya pergi begitu cepat meninggalkannya.

“Dan dia memang sebelumnya itu jual ikan di pasar, tapi karena bosan dia pergi melaut. Dia memang ngomong kalau mau melaut sama temannya hari Senin malam itu (19/4/2021),” terangnya. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana