Satpol PP Amankan 49 Botol Miras dan Dua Gepeng

SAMARINDA, PROKALTIM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melaksanakan kegiatan penegakan Peraturan Daerah (Perda) ke sejumlah kawasan yang di Kota Tepian Ini.

Kegiatan yang di gelar Senin (19/9/2022) Pukul 21.00-00.30 WITA lalu, menyasar anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), badut berkostum yang tampil tidak pada tempatnya, penjualan miras ilegal dan memeriksa perizinan sejumlah cafe dan tempat hiburan malam

Razia dimulai dari Jalan Untung Suropati, tepatnya di depan pusat perbelanjaan dengan sasaran badut berkostum.

“Namun sepertinya terjadi kebocoran informasi. Jadi saat kami tiba lokasi sudah steril,” jelas Kasatpol PP M. Darham melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Surono kepada media, Rabu (21/9/2022).

Lanjut bergeser ke Jalan Cendana, di sini petugas mendapati 2 dus miras golongan A dengan berbagai merek dan ada yang di simpan dibawah tumpukan lemari BBM jenis pertalite guna mengelabuhi petugas.

Baca juga  Tidak Pakai Masker, Empat Warga Terjaring Razia Prokes Balikpapan Kota

“Ada 49 botol yang berhasil didapatkan di salah satu warung kelontongan,” kata Surono.

Satpol PP juga menyisir ke sejumlah cafe yang berada Jalan MT. Haryono.

Surono menjelaskan pihaknya memeriksa terkait perizinan cafe-cafe tersebut.

“Sambil kita himbau untuk tidak menjual miras dan hal-hal yang melanggar,” tegasnya.

Memasuki Pukul 22.30, razia berlanjut ke persimpangan Air Putih dan Muara.

Di sini petugas mendapatkan seorang anjal dan 1 gepeng yang masih berada di perempatan tersebut.

Pukul 23.30 WITA petugas tiba di sejumlah tempat hiburan malam (THM) yang berada di Jalan Nakhoda Samarinda.

Di sini petugas memeriksa terkait ketaatan perizinan, termasuk memberikan imbauan untuk menghindari hal-hal yang bertentangan dengan Perda.

Baca juga  Ali Munsyir: Payung Hukum Melarang Ada Kegiatan Pertambangan di Balikpapan

“Kita juga himbau jangan sampai ada transaksi narkoba dan lain-lain, terkait perizinan semua taat dan beberapa sudah memperpanjang izinnya,” jelas Surono.

Pukul 24.00 WITA operasi pun berakhir. Terkait dua orang yang diamankan, dijelaskannya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama Dinas Sosial untuk pembinaannya.

“Untuk anjal, badut dan gepeng ini memang perlu sinergitas semua pihak, termasuk masyarakat, karena kita tidak hanya memberantas tetapi juga harus membina. Tetapi itulah kami tidak boleh lelah dan bosan untuk penegakan Perda ini,” tandasnya. (psg/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Share Berita

Berita Terkait

Ikuti Berita ProKaltim.com dari Media Sosial


Kaltim News

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana