DPD IWAPI Kaltim Bantu Kembangkan Pelaku UMKM, Kekurangan SDM untuk Melayani Sekitar Ribuan Pekerja untuk dari Bagian Dapur

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kaltim tentu tidak ingin sekadar jadi “penonton” saat megaproyek agenda pembangunan ibu kota Negara (IKN) Nusantara diluncurkan.

Karena itu, ribuan pelaku UMKM se-Kaltim yang berada dibawah binaan DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim, berharap agar pemerintah khususnya Badan Otorita IKN Nusantara, juga memberi ruang bagi keberlangsungan pelaku UMKM saat IKN Nusantara dibangun.

Ketua DPD IWAPI Kaltim, Hj. Ernawaty Gaffar mengatakan, dengan adanya IKN Nusantara memang sangat terbantu sekali, karena pihaknya melihat peluang-peluang usaha IKN Nusantara itu besar.

“Alhamdulillah IWAPI salah satu organisasi di Kaltim yang mendapatkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Otorita IKN dan kita sudah ada action di sana, nanti kita juga akan membuka rest area food court di sana,” kata Ernawaty Gaffar, kepada awak media, pada Sabtu (19/11/2022).

Kemudian pihaknya akan mendirikan galeri UMKM di IKN Nusantara, kemarin juga disupport dari DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan mendapatkan tempat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (Paser) untuk bisa mengakomodir para UMKM dan dibuatkan semacam food court atau Pujasera.

Baca juga  Profesi Guru Kebanggan Isran, Membuat Hati Bahagia

“IWAPI sudah siap, apalagi kita punya lahan tanah yang siap dibangun, cuma kita masih menunggu persetujuan dari Badan Otorita IKN,” ujarnya.

Ernawaty juga menyampaikan, sejauh ini persiapan IWAPI sendiri sudah ada action di lapangan, pihaknya sudah melayani sekitar 1.000 pekerja untuk dari bagian dapur. Jadi kita punya dua dapur di sana.

“Mereka bekerja mulai dari awal bulan Oktober kemarin, jadi kita melayani setiap hari itu kurang lebih 4.000 makanan kalau 4 kali makan mereka, sampai sekarang,” ucapnya.

Informasinya, Desember ini ada 16 ribu yang akan datang, jadi luar biasa pertambahan sumber daya manusia (SDM). “Kita akan membuka juga ke teman-teman yang lain, kalau memang bisa support ya mohon disupport karena kita juga kewalahan,” bebernya.

Lanjutnya, pihaknya kekurangan SDM, yang lalu untuk di dapur, sampai mendatangkan tenaga kerja dari luar seperti dari Jawa untuk bisa tinggal di IKN Nusantara.

“Kekurangannya, yaitu untuk tenaga kerja untuk 1 dapur itu paling sedikit 50 orang. Karena kita melayani sampai 5.000 pekerja sehari sudah kewalahan,” ujarnya.

“Itu saja 1.000 pekerja anggota berjumlah 30 orang bagian dapurnya, apalagi kalau sampai 20.000 pekerja nanti yang datang, saya tidak bisa bayangkan,” tambahnya.

Baca juga  Korban Ketiga Ditemukan, Akhiri Pencarian Ledakan Kapal PT Barokah.

Jadi makanya sekarang banyak peluang, seperti peluang para UMKM dari segi SDM-nya, yakni dari bagian maintenance, laundry dan banyak peluang lainnya. “Cuma memang harus siap, kita dengan adanya di sana dapat bekerjasama dengan pemerintah juga dalam hal ini Badan Otorita IKN dengan Pemkab PPU yang juga melibatkan BUMN,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP IWAPI Kaltim berharap, terkait UMKM dengan hadirnya IKN. Karena IWAPI sudah masuk ke dalam tim transisi, juga sudah menandatangani MoU dengan Badan Otorita IKN, jadi otomatis secara tidak langsung IWAPI juga berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat di sana.

“Jadi Pemberdayaan masyarakat disana kita utamakan adalah para UMKM-UMKM yang ada di daerah kita diakomodir awal dahulu Jadi kemarin saya sudah ketemu dengan para UMKM kurang lebih 100 orang dan belum ada tambahan lagi,” ungkapnya.

“Itu sudah kita kasih semacam masukan-masukan jangan sampai mereka hanya sebagai “penonton”. Dan bagaimana mereka bisa mengelola SDM yang ada di mereka untuk bisa lebih eksis dalam menghadapi IKN ini,” pungkasnya. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Share Berita

Berita Terkait

Ikuti Berita ProKaltim.com dari Media Sosial


Kaltim News

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana