Press "Enter" to skip to content

Penanganan bencana Sumatera diperkuat, Kementerian PU mobilisasi 1.709 alat berat

PROKALTIM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat penanganan bencana di Pulau Sumatera dengan menambah dukungan alat berat dan sarana prasarana di wilayah terdampak. Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 20.00 WIB, total alat berat yang dimobilisasi mencapai 1.709 unit, bertambah 39 unit dari dukungan BUMN Karya.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan kementeriannya terus bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif. Fokus utama diarahkan pada pemulihan sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana.

Penambahan alat berat difokuskan untuk pembersihan material longsoran, pemulihan akses jalan, serta mendukung distribusi logistik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga konektivitas dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian tetap terpenuhi.

Di Provinsi Aceh, tambahan alat berat meliputi 13 unit excavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, dan 5 unit dump truck yang ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak seperti Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang. Dukungan tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat di titik-titik kritis.

Sementara di Sumatera Utara, Kementerian PU menambah 15 unit excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit bulldozer, dan 1 unit pickup untuk mendukung penanganan di antaranya pada ruas Tarutung–Sibolga. Penyesuaian kebutuhan lapangan juga dilakukan di Sumatera Barat dengan pengurangan 6 unit excavator serta penambahan 1 unit mini excavator yang difokuskan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Selain alat berat, Kementerian PU turut memperkuat infrastruktur darurat melalui penambahan Jembatan Bailey. Saat ini, jumlah jembatan darurat yang disiagakan menjadi 16 unit, dengan 14 unit tersebar di Aceh dan 2 unit di Sumatera Utara. Di Sumatera Barat, seluruh jembatan darurat telah ditarik seiring pulihnya akses transportasi.

Penguatan dukungan alat berat dan infrastruktur darurat ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta memastikan layanan dasar masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *