PROKALTIM.COM – Aksi demonstrasi pekerja tambang di Muara Jawa kembali terjadi dengan melibatkan puluhan pekerja yang terdiri dari pria dan wanita. Mereka turun ke lokasi tambang sebagai bentuk protes atas berhentinya aktivitas pertambangan selama lima bulan akibat belum adanya kepastian izin usaha pertambangan (IUP).
Koordinator aksi, Ilyas, menyebut kondisi ini telah berdampak luas terhadap masyarakat. Menurutnya, bukan hanya pekerja tambang yang terdampak, tetapi juga ribuan kepala keluarga yang menggantungkan hidup pada aktivitas tambang milik PT Bintang Prima Energy Pratama (BPEP).
Aksi ini memperlihatkan meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Para pekerja menyebut, selama tambang tidak beroperasi, mereka kehilangan sumber penghasilan utama dan harus bertahan dalam kondisi ekonomi yang semakin berat.

Tekanan Sosial-Ekonomi Meningkat
Tidak beroperasinya tambang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar. Selain pekerja tambang, pelaku usaha kecil hingga jasa pendukung juga mengalami penurunan pendapatan. Situasi ini memicu kekhawatiran akan semakin meluasnya dampak ekonomi jika izin tidak segera diterbitkan.
Ilyas menegaskan bahwa kondisi ini sudah sangat mendesak. Ia menyebut ribuan kepala keluarga kini berada dalam tekanan ekonomi akibat berhentinya aktivitas tambang PT Bintang Prima Energy Pratama (BPEP).
Para pekerja menilai lambatnya proses perizinan menjadi faktor utama yang harus segera diselesaikan. Mereka meminta adanya kepastian agar aktivitas tambang bisa kembali berjalan dan roda ekonomi kembali berputar.
Sorotan pada Birokrasi Perizinan
Dalam aksi tersebut, pekerja menyampaikan enam tuntutan utama, termasuk percepatan penerbitan IUP, kepastian hukum, hingga penghentian birokrasi lambat yang dinilai merugikan masyarakat. Mereka juga menyoroti pentingnya penyelamatan ribuan pekerja dan kepala keluarga yang kini terdampak langsung.
Aksi berlangsung damai dengan harapan pemerintah dan pihak terkait segera memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi. (chow)











Be First to Comment