Press "Enter" to skip to content

Kabar Besar untuk Guru, Prabowo Naikkan Tunjangan dan Pangkas Birokrasi

Kabar besar untuk guru. Presiden Prabowo menaikkan tunjangan, memangkas birokrasi dengan transfer langsung ke rekening, serta mempercepat revitalisasi 71.744 sekolah dan program MBG.

PROKALTIM.COM – Presiden Prabowo Subianto mempercepat reformasi sektor pendidikan nasional dengan menghadirkan empat program prioritas yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan guru, revitalisasi sekolah, pembangunan sekolah unggulan, serta perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah kenaikan tunjangan guru dan perubahan mekanisme penyalurannya yang kini langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.

Perkembangan program tersebut dilaporkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta,

Pemerintah memastikan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas utama. Tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara guru ASN akan menerima tunjangan sebesar gaji pokok.

mendikdasmen Kabar Besar untuk Guru, Prabowo Naikkan Tunjangan dan Pangkas Birokrasi PROKALTIM
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Tak hanya menaikkan nominal, pemerintah juga memangkas rantai birokrasi penyaluran dengan menerapkan sistem transfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Langkah ini diharapkan membuat hak para guru diterima secara penuh dan tepat waktu.

Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Sekolah Unggulan Baru

Selain meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah melanjutkan program revitalisasi sekolah secara besar-besaran. Pada 2025, revitalisasi 16.167 sekolah dilaporkan selesai 100 persen.

Tahun ini, DPR RI menyetujui anggaran Rp14 triliun untuk memperbaiki 11.744 sekolah. Jumlah tersebut direncanakan diperluas hingga mencakup total 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Program pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah. Skema tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja lokal selama tiga hingga delapan bulan.

Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi salah satu prioritas pembangunan. Pemerintah juga menyiapkan 100 sekolah unggulan nasional non-asrama, termasuk satu sekolah yang akan dibangun di kawasan IKN.

Sejumlah proyek revitalisasi ditargetkan rampung pada Juli hingga Agustus 2026 agar dapat digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

150 Ribu Guru Dapat Beasiswa, MBG Jangkau 43 Juta Siswa

Pemerintah juga memperluas program beasiswa guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Pada 2026, sebanyak 150 ribu guru ditargetkan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester. Jumlah itu melonjak dibanding 12.500 guru penerima pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas dan diintegrasikan dengan kurikulum penguatan karakter “Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat”.

Hingga 10 Juni 2026, cakupan MBG dilaporkan telah mencapai 80,7 persen atau sekitar 43 juta dari total 53 juta siswa di Indonesia.

Berdasarkan kajian internal pemerintah dan sejumlah penelitian, termasuk dari Universitas Indonesia, program MBG dan penggunaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) disebut mampu meningkatkan tingkat kehadiran siswa, motivasi belajar, hingga capaian akademik.

Presiden Prabowo menilai berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional yang selama puluhan tahun belum mengalami revitalisasi secara menyeluruh. (ham)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *