Press "Enter" to skip to content

Pers Kaltim Diguncang Era Digital, Ketua SPS Baru Singgung Tsunami Misinformasi dan Krisis Media

Pengurus baru SPS Kalimantan Timur periode 2025-2029 resmi dikukuhkan di Balikpapan, Rabu (20/5/2026). Momentum ini menjadi ajang penguatan kolaborasi media sekaligus refleksi tantangan industri pers di tengah gempuran era digital dan tsunami misinformasi.

PROKALTIM.COM – Pengukuhan pengurus baru Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur periode 2025-2029 di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5/2026), bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Momentum itu berubah menjadi ruang refleksi keras terhadap kondisi industri media yang kini menghadapi tekanan besar di tengah derasnya transformasi digital dan banjir misinformasi.

Ketua SPS Kaltim yang baru dikukuhkan, Ajid Kurniawan, secara terbuka mengingatkan bahwa perusahaan pers saat ini sedang berada dalam situasi yang tidak stabil. Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat hingga dominasi platform digital membuat fondasi industri media semakin terguncang.

“Industri pers pada saat ini tidak berdiri pada fondasi yang kokoh. Saat ini kita semua sedang berdiri di dataran yang bergetar di era transformasi digital,” ujar Ajid di hadapan para pengurus media dan tamu undangan.

Ketua SPS Kaltim Ajid Kurniawan menyoroti krisis industri pers akibat transformasi digital dan tsunami misinformasi saat pengukuhan pengurus baru SPS Kaltim 2025-2029 di Balikpapan.
Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur, Ajid Kurniawan.

Ajid menilai, tantangan media saat ini tidak hanya soal perubahan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar di ruang digital. Arus informasi yang begitu cepat dinilai membuat batas antara fakta dan informasi palsu semakin kabur. Ia menyebut fenomena misinformasi saat ini sudah berada pada level mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi ekosistem pers profesional.

“Kebenaran itu telah terkoneksi oleh misinformasi seperti tsunami,” katanya.

Media Profesional Harus Bertahan di Tengah Gempuran Digital

Di tengah situasi tersebut, SPS Kaltim menegaskan pentingnya mempertahankan prinsip-prinsip dasar jurnalistik sebagai pembeda utama antara perusahaan pers profesional dengan media sosial atau publisher digital yang tidak selalu menjalankan proses verifikasi informasi.

Ajid menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik menjadi langkah paling penting agar perusahaan media tetap relevan dan mampu bersaing di era digitalisasi.

“Tidak ada cara lain selain bagaimana meningkatkan skill kita dalam jurnalisme,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh media anggota SPS tetap memegang teguh prinsip akurasi, keberimbangan, independensi, dan tanggung jawab kepada publik. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama agar media tetap dipercaya masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kita perlu mendeklarasikan bahwa media-media anggota SPS berpegang teguh pada prinsip akurasi, keberimbangan, independensi, dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Ajid turut menyoroti pentingnya membangun solidaritas antarlembaga media di Kalimantan Timur. Ia mengajak organisasi media seperti AMSI, SMSI, dan berbagai organisasi pers lainnya untuk menghentikan pola persaingan yang saling menjatuhkan dan mulai memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan industri yang sama.

“Kita berharap kita saling berkolaborasi. Ada SPS, ada AMSI, ada SMSI, dan organisasi-organisasi media lainnya. Tidak ada lagi cara-cara untuk saling menjatuhkan,” katanya.

SPS Kaltim Siapkan Struktur Strategis Hadapi Tantangan Industri

Mengusung tema “Media Berkelanjutan: Membangun Ekosistem Pers yang Profesional dan Independen di Kalimantan Timur”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers di Benua Etam untuk memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga keberlanjutan industri media.

Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers, Januar P. Ruswita, menyebut pengukuhan pengurus baru SPS Kaltim sebagai tonggak awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid dan adaptif menghadapi perubahan zaman.

“Pengukuhan ini merupakan tonggak penting yang menandai dimulainya kepemimpinan baru dalam organisasi SPS Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dalam struktur kepengurusan periode 2025-2029, Ajid Kurniawan resmi dipercaya sebagai Ketua SPS Kaltim, didampingi Sumarsono sebagai Sekretaris dan Supriyono sebagai Bendahara. Struktur organisasi juga diperkuat dengan sejumlah bidang strategis yang fokus pada keanggotaan, pendidikan, advokasi, digitalisasi media, kemitraan, hingga pengawasan etika dan standar jurnalistik.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan pers di Kalimantan Timur agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan lanskap media nasional yang semakin kompetitif. (chow)

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *