SAMARINDA – Nasib tak dapat dielak, malang tak dapat ditolak, kesenangan itu sekejap mata berubah, kini tawa itu hilang, selamat jalan Reza.
Shalat Ashar baru saja usai, Rabu (23/12), Reza Ramadika Ghozi (10 tahun), akrab disapa Reza, bersama tiga teman lainnya bersiap untuk berenang, tempat biasanya bermain, dialiran bendungan Benanga yang juga bagian dari Sungai Karang Mumus itu.
Berangkat dari rumahnya di Jalan Sidomulyo Gang Langgar 2 Rt 29, tak ada yang janggal hari itu, Reza menjadi yang pertama mandi, terjun ke sungai dengan gaya saltonya, namun semua rekannya terheran, Reza tak kembali kepermukaan, terbawa arus, semua panik.
Suara itu membuncah, teriakan tolong terdengar dikejauhan, warga pun berdatangan, Udin menjadi yang pertama menghadapi anak-anak yang panik kehilangan kawan.
“Awalnya tidak percaya, tapi mendengar penjelasan anak-anak itu, Udin warga kita langsung terjun ke sungai, mencari disetiap sudut, dikolong rumah sekitar keberadaan korban terakhir kali” ungkap Andi Nur warga sekitar yang juga membantu diawal pencarian.
Warga melapor, pihak berwajib berdatangan dibantu Basarnas, relawan dan warga sekitar mulai menyisir lokasi hilangnya Reza.
Akhirnya pada pukul 18.20 wita, Reza ditemukan, tangis pecah diperahu itu, petugas melakukan pertolongan pertama PCR dengan menekan dadanya, menunggu harapan tertolongnya nyawa Reza, namun sudah takdir Allah sayang dengan Reza, kini telah meninggalkan keluarga dan para sahabatnya. (jum/adl)