Otak Pelaku Prostitusi Online Anak Masih Berkeliaran, Ortu Korban Laporan ke Unit PPA Polresta Balikpapan

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Hadi Sapril sebagai orang tua korban melaporkan ke kantor unit PPA Polresta Balikpapan Sabtu siang (20/2/2021), setelah mengetahui anak wanitanya yang masih di bawah umur berusia 14 tahun menjadi korban pencabulan jaringan prostitusi online melalui medsos atau aplikasi perkenalan Michat. Kini orang tua korban kembali mendatangi Polresta Balikpapan pada Senin (22/2/2021) siang. Hadi Sapril ini mempertanyakan proses pengembangan kasus yang dilaporkannya itu.

Hadi menyampaikan kepada media, belum lama pelaku yang diduga terlibat jaringan prostitusi online berinisial SR telah ditangkap di Polresta Balikpapan.

“Kami Kemari ke Unit PPA Polresta Balikpapan dalam rangka menanyakan perkembangan kasus pidana anak saya, selama ini kami sudah memonitor yang intinya saya punya anak masih sekolah berusia 14 tahun yang menjadi korban pencabulan dan penjualan anak-anak di bawah umur pelakunya salah satunya ada di tahanan Polresta Balikpapan,” kata Hadi, kepada media Prokaltim.com di depan kantor unit PPA Polresta Balikpapan.

Baca juga  Polda Kaltim Terima Hibah Mobil Ambulance dari Bank BRI Balikpapan

Dia juga mengatakan, sebenarnya kalau saya bicarakan rentetan kasus itu panjang karena ini melibatkan beberapa tersangka lainnya yang penanganannya berbeda ada juga yang ditangani Polda, seperti DW belum ditangkap di Polda Kaltim.

“Yang ditangani Polda lalu yang terlibat penjualan anak dibawah umur, istilahnya ketangkap basah pas lagi di hotel, penanganan di Polda itu lebih kepada penangkapan penjualan anak di bawah umur. Kalau yang saya laporkan di Polres ini berkaitan dengan itu, nah sudah saya laporkan di Polres dan yang saya tahu kasusnya saya dalami pelaku ini ada 4 orang, yaitu berinisial SR, IQ bersama DW dan TP,” ucapnya.

Hadi menyampaikan, DW saat ini masih berkeliaran di luar dan perlakuan itu yang kami coba pertanyakan, kenapa orang yang terlibat langsung masih berkeliaran, kedepannya setelah ini kami akan coba mempertanyakan ini ke Polda Kaltim.

Baca juga  Objek Wisata Tetap Buka, Pemkot Gelar Rakor Pengamanan Nataru

“Yang sebenarnya kasus DW yang lebih tinggi, karena dia otak pelaku yang sebenarnya tapi kok malah dilepas, kalau IQ adalah suami DW ketangkap basah disalah satu hotel bersama TP, karena TP ini yang pinjamkan motornya pada saat aksinya di hotel,” ungkap Hadi.

Dan saat itu teman-teman media mencoba konfirmasi di Unit PPA, belum bisa memberikan jawaban soal kasus ini.

Sementara itu orang tua korban mengatakan, dia percayakan kasus ini di Polresta Balikpapan dalam hal ini yang menangani unit PPA, saya fokus kesana dulu soal SR yang pertama bawa anak saya di salah satu Guest House di Jalan MT Haryono. Tapi nanti saya akan tanyakan lagi soal DW sebagai otak penjualan anak lewat online dan untuk sementara nanti saya akan cari tau dan kumpulkan bukti-buktinya dulu. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana